Dosen Unsam Terlibat Penyusunan Dokumen Teknis Rehabilitasi 2.623 Hektare Sawah Pascabencana di Aceh

Share

NUKILAN.ID | LANGSA – Penandatanganan Kontrak Swakelola Penyusunan Dokumen Rancangan Teknis atau Survey, Investigasi, dan Desain (SID) Rehabilitasi Lahan Sawah Provinsi Aceh seluas 2.623 hektare untuk Tahun Anggaran 2026 telah berlangsung di Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh.

Penandatanganan tersebut menjadi tahap awal penyusunan dokumen teknis yang akan menjadi acuan dalam pelaksanaan rehabilitasi lahan sawah di sejumlah wilayah Aceh.

Kontrak swakelola ditandatangani Arnen Sri Gemala, S.P., M.Si., selaku Pejabat Pembuat Komitmen Pelindungan dan Optimasi Lahan Rehabilitasi Lahan Sawah sebagai Pihak Pertama. Sementara dari pihak pelaksana, kontrak ditandatangani Dr. Iswahyudi, S.P., M.Si., dosen peneliti Universitas Samudra (Unsam) yang dipercaya sebagai Ketua Tim Pelaksana Penyusunan Dokumen Rancangan Teknis (DRT/SID) Rehabilitasi Lahan Sawah.

Tim tersebut akan melakukan penyusunan DRT/SID untuk empat kabupaten, yakni Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Gayo Lues, Provinsi Aceh, pada Tahun Anggaran 2026.

Melalui kerja sama tersebut, penyusunan dokumen SID diarahkan untuk menghasilkan rancangan teknis sebagai dasar rehabilitasi lahan sawah. Prosesnya meliputi identifikasi, validasi, survei, investigasi, hingga perencanaan teknis yang disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Adapun target rehabilitasi mencakup lahan sawah seluas 2.623 hektare yang tersebar di empat kabupaten. Rinciannya, Aceh Tenggara seluas 122 hektare, Aceh Tamiang 1.540 hektare, Aceh Timur 511 hektare, serta Gayo Lues 450 hektare.

Berdasarkan data penanganan kerusakan lahan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, sebanyak 42.702 hektare lahan telah ditangani. Luasan tersebut terdiri dari kerusakan ringan 32.709 hektare dan kerusakan sedang 9.993 hektare.

Namun, masih terdapat lahan sawah yang terlantar maupun mengalami kerusakan akibat bencana alam sehingga membutuhkan penanganan lanjutan agar dapat kembali dimanfaatkan secara produktif.

Dr. Iswahyudi berharap proses penyusunan dokumen dapat berjalan sesuai jadwal dan memperoleh dukungan dari Dinas Pertanian serta Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di empat kabupaten yang menjadi lokasi kajian.

“Harapan kami, hasil kajian penyusunan DRT/SID ini dapat memberikan dampak nyata terhadap program rehabilitasi lahan sawah, sehingga para petani dapat kembali mengaktifkan sawahnya pascabencana alam hidrometeorologi, perekonomian masyarakat meningkat, dan pada akhirnya terwujud kemandirian pangan hingga ke tingkat akar rumput,” ujarnya.

Penyusunan DRT/SID tersebut diharapkan menghasilkan perencanaan teknis yang berkualitas untuk menjadi dasar pengambilan keputusan sekaligus pelaksanaan konstruksi fisik rehabilitasi lahan sawah.

Selain memulihkan produktivitas pertanian, kegiatan tersebut ditargetkan turut mendorong peningkatan perekonomian masyarakat serta memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan di Aceh.

spot_img
spot_img

Read more

Local News