NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mulyanto mengatakan konsolidasi ideologi perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga komitmen kader dan struktur partai. Menurut dia, PKS merupakan partai ideologis yang kekuatannya terletak pada komitmen tersebut.
“Organisasi yang kuat dibangun di atas kesamaan nilai, cara pandang, dan arah perjuangan. Setiap kader harus memahami Konsepsi Dasar Partai secara utuh agar mampu menerjemahkannya menjadi kerja nyata dan pelayanan yang dirasakan masyarakat,” ujar Mulyanto.
Pernyataan itu disampaikan Mulyanto dalam Sosialisasi Konsepsi Dasar Partai (SKDP) PKS di Aceh yang berlangsung pada 8–9 Agustus 2026 di Hotel Muraya, Banda Aceh. Kegiatan tersebut digelar Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Provinsi Aceh sebagai bagian dari agenda penguatan kapasitas dan soliditas organisasi.
Kegiatan itu diikuti pengurus, anggota, dan pejabat publik PKS. Selain Mulyanto, SKDP menghadirkan Ketua Komisi SDM, Organisasi dan Kewilayahan MPP PKS Hermanto serta Ketua Komisi Kajian Strategis MPP PKS Sapto Waluyo sebagai narasumber.
Materi yang diberikan mencakup Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PKS, Falsafah Dasar dan Paradigma Perjuangan Partai, Platform PKS dalam Pembangunan Indonesia, Garis Besar Kebijakan Partai (GBKP), Rencana Strategis (Renstra), Wawasan Pengamanan Partai (Wanantara), serta Pengarusutamaan Keluarga (PUK).
Mulyanto mengatakan Konsepsi Dasar Partai bukan sekadar dokumen organisasi. Dokumen tersebut, kata dia, menjadi fondasi yang menyatukan visi, nilai dasar, dan arah perjuangan kader di berbagai tingkatan.
“Konsepsi Dasar Partai harus hidup dalam perilaku sosial, kepemimpinan, dan pengabdian kader. Nilai-nilai tersebut menjadi kompas moral sekaligus panduan dalam menjalankan amanah,” tegasnya.
Menurut Mulyanto, penguatan ideologi juga harus tercermin dalam karakter kepemimpinan dan perilaku politik kader. Perubahan sosial, transformasi digital, dinamika geopolitik, dan perkembangan politik nasional membuat kader dituntut mampu membaca lingkungan strategis sekaligus menjalankan kepemimpinan yang berintegritas dan adaptif.
Melalui kegiatan tersebut, MPP PKS berharap tercipta kesamaan pemahaman dan orientasi perjuangan di seluruh jajaran partai.
“Penguatan ideologi, kapasitas kepemimpinan, dan soliditas organisasi tersebut diharapkan mampu melahirkan kader yang konsisten; menghadirkan solusi; memperkuat pelayanan publik; serta meningkatkan kontribusi PKS bagi umat, bangsa, dan negara menuju Indonesia Madani yang adil, sejahtera, dan bermartabat.” tutup Mulyanto dalam arahannya.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

