Hujan Redam Karhutla di Aceh Barat, BPBD Masih Pantau Bara Api Gambut

Share

NUKILAN.ID | MEULABOH – Hujan yang mengguyur Kabupaten Aceh Barat sejak Minggu (2/8/2026) sore membantu mempercepat proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Meski kondisi di lapangan semakin terkendali, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat masih terus memantau bara api yang tersisa di bawah permukaan lahan gambut.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Aceh Barat hingga Senin (3/8) pukul 19.30 WIB, penanganan karhutla telah mencapai sekitar 90 persen. Luas lahan yang terdampak tercatat mencapai 20,5 hektare yang tersebar di Kecamatan Meureubo, Samatiga, Johan Pahlawan, Woyla Barat, Bubon, dan Arongan Lambalek.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, mengatakan hujan yang turun sejak Minggu sore mampu menekan penyebaran api di berbagai titik. Namun, karakteristik lahan gambut membuat bara api masih tersimpan di bawah permukaan sehingga beberapa lokasi masih mengeluarkan asap tipis.

“Secara umum kondisi lahan yang terdampak karhutla sudah tertangani sekitar 90 persen. Namun masih ada beberapa lokasi yang mengeluarkan asap tipis. Hujan memang sudah turun sejak Minggu sore, tetapi belum mampu memadamkan bara api yang berada di bawah permukaan tanah gambut,” ujarnya.

Pada Senin, tim gabungan memusatkan upaya penanganan di Gampong Peulante, Kecamatan Bubon. Berdasarkan laporan Pos Damkar Kaway XVI, api di permukaan telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan secara intensif guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.

“Kami masih mengkhawatirkan kondisi di bawah permukaan tanah. Walaupun bagian atas terlihat basah akibat hujan, belum tentu air telah membasahi seluruh bara api yang berada di dalam lapisan gambut,” katanya.

Dalam penanganan karhutla, BPBD Aceh Barat mengerahkan personel bersama Pos Damkar Meureubo, Woyla, Arongan Lambalek, dan Kaway XVI. Upaya tersebut turut didukung TNI, Polri, masyarakat, serta relawan Unit Kegiatan Mahasiswa Penanggulangan Kebencanaan (UKM PK) Universitas Teuku Umar (UTU).

Dukungan juga datang dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui pemantauan menggunakan drone thermal untuk mendeteksi titik panas sebagai dasar pelaksanaan water bombing. Selain itu, BNPB turut melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna meningkatkan potensi hujan di wilayah terdampak.

BPBD mencatat kebakaran hutan dan lahan tidak hanya merusak vegetasi, tetapi juga menurunkan kualitas udara serta mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya pengguna jalan dan warga yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran.

Ronald berharap curah hujan masih terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan agar bara api di lahan gambut dapat padam sepenuhnya.

“Kami akan terus memantau perkembangan kondisi lapangan selama dua hari ke depan. Semoga hujan terus turun sehingga seluruh titik api benar-benar padam dan penanganan karhutla pada periode Juni hingga Agustus ini dapat dinyatakan selesai dengan kondisi aman 100 persen,” ucapnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Read more

Local News