NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh menyatakan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Aceh telah mencapai hampir 50 persen. Pendataan yang masih berlangsung itu ditargetkan rampung dalam 11 bulan ke depan dengan dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat.
Kepala BPS Aceh, Agus Andria, mengatakan capaian tersebut menunjukkan proses pendataan berjalan sesuai rencana. Ia optimistis target penyelesaian sensus dapat tercapai.
“Alhamdulillah, sampai saat ini dengan dukungan dari beberapa pihak, dari pemerintahan, kita sudah mencapai hampir 50 persen. Kita masih ada waktu 1,5 bulan,” ujar Kepala BPS Aceh, Agus Andria kepada sejumlah wartawan di sela-sela kegiatan nonton bareng Piala Dunia dan senam bersama di halaman Stadion Harapan Bangsa (SHB), Lhong Raya, Banda Aceh, Minggu (12/7/2026).
Agus mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat memberikan data yang benar dan akurat kepada petugas sensus. Menurutnya, data tersebut akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun perencanaan pembangunan serta kebijakan ekonomi.
Ia juga menegaskan bahwa Sensus Ekonomi bertujuan mendata seluruh aktivitas usaha, bukan untuk kepentingan perpajakan. Karena itu, masyarakat diminta tidak khawatir saat menerima kunjungan petugas sensus.
“Kita mengharapkan agar bisa memberikan data dengan benar, dengan tepat. Data ini bukan mengenai pajak dan lain-lain. Jadi jangan khawatir. Datanya kita jaga kerahasiaannya,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, BPS Aceh masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama pada sektor konstruksi. Banyak perusahaan yang berpindah lokasi, berhenti beroperasi, maupun sulit ditemukan sehingga membutuhkan proses penelusuran dan verifikasi lebih lanjut.
“Sektor konstruksi yang paling sulit. Karena ada banyak perusahaan, kadang dibuka kemudian tutup. Nah ini kita lacak. Keberadaannya itu kadang sulit,” katanya.
Meski demikian, Agus mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat Aceh selama proses pendataan berlangsung. Hingga saat ini, BPS Aceh belum menemukan penolakan yang berarti terhadap petugas sensus.
“Alhamdulillah di Aceh masyarakat kita sangat kooperatif. Bahkan ada yang memberikan oleh-oleh karena lagi musim durian. Harapannya semua masyarakat bisa memberikan data dengan baik. Jangan ragu, jangan khawatir,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir, menegaskan bahwa data yang akurat menjadi fondasi utama dalam setiap proses pengambilan kebijakan pemerintah. Menurutnya, kualitas kebijakan sangat ditentukan oleh kualitas data yang dimiliki.
“Sensus Ekonomi ini sangat penting, karena kita butuh data yang akurat. Butuh data yang benar. Dalam pengambilan setiap kebijakan itu didasari data. Kalau data tidak akurat, tidak benar, maka bermasalahlah hasil dari kebijakan tersebut,” kata Nasir.
Ia mengajak seluruh masyarakat mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 agar pemerintah memiliki gambaran yang utuh mengenai kondisi sosial dan ekonomi di Aceh.
“Mari kita dukung Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan BPS ini untuk memastikan seluruh data ekonomi masyarakat Indonesia itu datanya benar dan akurat. Lalu juga kita akan mengetahui potensi (ekonomi) dari masyarakat kita,” ujar Nasir.
Sebagai bagian dari kampanye menyukseskan Sensus Ekonomi 2026, BPS Aceh menggelar kegiatan nonton bareng Piala Dunia dan senam bersama di halaman Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Minggu pagi. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan seremoni pemakaian rompi petugas sensus yang diiringi penabuhan rapai. (XRQ)
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News









