NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh mendeteksi sebanyak 70 titik panas (hotspot) di Provinsi Aceh berdasarkan hasil pemantauan satelit pada Sabtu (11/7/2026) pukul 00.00 hingga 16.00 WIB.
Prakirawan BMKG yang bertugas, Dedi, mengatakan sebaran titik panas tersebut terpantau melalui sensor MODIS pada satelit Terra, Aqua, dan Suomi NPP serta sensor VIIRS NOAA-20.
“Pada hasil pemantauan hari ini terdeteksi sebanyak 70 titik panas di wilayah Aceh. Titik-titik tersebut merupakan indikasi adanya suhu permukaan yang lebih tinggi dari sekitarnya, sehingga tetap perlu dilakukan verifikasi di lapangan oleh instansi terkait untuk memastikan apakah berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan atau bukan,” kata Dedi kepada Nukilan, Sabtu (11/7/2026).
Berdasarkan peta sebaran BMKG, titik panas paling banyak terpantau di Kabupaten Aceh Selatan, khususnya Kecamatan Trumon dan Trumon Tengah. Selain itu, hotspot juga tersebar di Kabupaten Aceh Singkil, Nagan Raya, Aceh Besar, Aceh Utara, Pidie, Kota Lhokseumawe, serta Kota Subulussalam. Seluruh titik panas yang terdeteksi memiliki tingkat kepercayaan (confidence level) 8.
Dedi mengimbau masyarakat, terutama yang berada di wilayah dengan konsentrasi titik panas cukup tinggi, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama pada musim kemarau.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Apabila menemukan indikasi kebakaran, segera laporkan kepada aparat atau instansi terkait agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” tuturnya.
BMKG juga mengingatkan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk meningkatkan pemantauan di wilayah yang terdeteksi memiliki hotspot, sehingga potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini.
Data BMKG menunjukkan pemantauan dilakukan menggunakan citra satelit Terra, Aqua, Suomi NPP, dan NOAA-20/VIIRS yang menjadi salah satu acuan dalam mendeteksi keberadaan titik panas di berbagai wilayah Indonesia. []
Reporter: Sammy









