NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Korban meninggal dunia akibat ledakan di kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, kembali bertambah. Terbaru, seorang taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati, Mujibur Rahman, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Mujibur Rahman, taruna Program DP IV Pembentukan Jurusan Teknika Angkatan XIII, mengembuskan napas terakhir pada Senin (6/7) pukul 12.38 WIB. Dengan demikian, jumlah korban meninggal dalam insiden tersebut bertambah menjadi empat orang.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, menyampaikan duka cita atas wafatnya Mujibur Rahman.
“Atas nama seluruh jajaran manajemen dan insan ASDP, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Doa terbaik kami panjatkan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” kata Andri dalam keterangan tertulisnya yang diterima Nukilan, Senin (6/7/2026).
Andri mengatakan, sejak ledakan terjadi pada 12 Juni lalu, ASDP terus memfokuskan perhatian pada penanganan korban dan pendampingan terhadap keluarga yang terdampak.
Menurutnya, perusahaan berkoordinasi dengan rumah sakit, pemerintah daerah, dan instansi terkait untuk memastikan seluruh kebutuhan korban dapat terpenuhi, termasuk proses pemulangan jenazah hingga pemakaman.
“Duka yang dirasakan keluarga juga menjadi duka bagi kami. Sejak insiden terjadi, perhatian utama ASDP adalah memastikan para korban memperoleh penanganan terbaik serta keluarga yang terdampak mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Di sisi lain, ASDP menegaskan tetap mendukung penuh proses investigasi yang tengah dilakukan oleh instansi berwenang untuk mengungkap penyebab pasti ledakan tersebut.
Andri mengatakan hasil evaluasi nantinya akan menjadi dasar perbaikan dalam memperkuat budaya keselamatan, penyempurnaan prosedur operasional, serta peningkatan kualitas layanan penyeberangan.
“Setiap hasil evaluasi nantinya akan menjadi bagian penting dalam memperkuat budaya keselamatan, penyempurnaan prosedur operasional, serta peningkatan kualitas layanan penyeberangan agar peristiwa serupa tidak terulang kembali,” katanya.
Ia menegaskan perusahaan juga akan terus mendampingi keluarga korban dan memastikan setiap pembelajaran dari tragedi tersebut diwujudkan dalam langkah-langkah perbaikan nyata.
Seperti diketahui, ledakan di kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 terjadi saat kapal penyeberangan rute Banda Aceh-Sabang itu sedang bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue pada Jumat (12/6). Insiden tersebut menyebabkan 15 orang mengalami luka bakar serius, terdiri dari 14 taruna Poltekpel Malahayati dan seorang anak buah kapal (ABK).
Hingga Senin (6/7), empat korban meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD Zainoel Abidin. Keempat korban masing-masing Fahri Herdi Eko, Muhammad Bilal Ramzi, Muhammad Zulfikar, dan Mujibur Rahman. Sementara korban lainnya masih menjalani perawatan intensif.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News
Reporter: Rezi







