NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Aceh pada Juni 2026 mencapai 125,34, meningkat 0,34 persen dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 124,92. Kenaikan tersebut menunjukkan daya beli petani secara umum mengalami penguatan, seiring kenaikan harga hasil pertanian yang lebih besar dibandingkan peningkatan biaya konsumsi dan produksi.
Plh Kepala BPS Provinsi Aceh, Abdul Hakim, mengatakan kenaikan NTP terjadi pada hampir seluruh subsektor pertanian.
“Pada Juni 2026, NTP Provinsi Aceh sebesar 125,34 atau mengalami peningkatan sebesar 0,34 persen dibandingkan Mei 2026. Peningkatan NTP terjadi pada hampir semua subsektor, kecuali subsektor tanaman perkebunan rakyat dan subsektor peternakan,” kata Abdul Hakim dalam siaran langsung melalui akun YouTube BPS Aceh, dilansir Nukilan, Kamis (2/7/2026).
Abdul Hakim menjelaskan, kenaikan NTP dipengaruhi oleh meningkatnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 0,85 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,51 persen. Kondisi tersebut mencerminkan kenaikan harga komoditas hasil pertanian masih mampu mengimbangi peningkatan biaya yang ditanggung petani.
Berdasarkan subsektor, kenaikan NTP tertinggi terjadi pada tanaman pangan yang meningkat 1,93 persen menjadi 106,16, didorong naiknya harga gabah. Subsektor hortikultura juga mengalami peningkatan sebesar 2,18 persen menjadi 91,24, dipicu kenaikan harga cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah. Sementara itu, subsektor perikanan naik tipis 0,04 persen menjadi 121,81.
Sebaliknya, dua subsektor mengalami penurunan NTP. Tanaman perkebunan rakyat turun 0,97 persen menjadi 160,86 akibat melemahnya harga kelapa sawit dan pinang. Adapun subsektor peternakan turun 2,16 persen menjadi 101,21 seiring penurunan harga jual sapi potong, kerbau, dan ayam ras pedaging.
Selain NTP, BPS juga mencatat Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Aceh pada Juni 2026 sebesar 129,58, meningkat 0,10 persen dibandingkan bulan sebelumnya. NTUP digunakan untuk menggambarkan kemampuan usaha pertanian dengan membandingkan harga yang diterima petani terhadap biaya produksi dan penambahan barang modal.
Di sisi lain, wilayah perdesaan Aceh mengalami inflasi sebesar 0,46 persen pada Juni 2026. Inflasi tertinggi terjadi pada kelompok transportasi yang naik 2,01 persen, dipicu kenaikan harga bensin. Selain itu, kenaikan harga beras dan bawang merah juga turut mendorong inflasi di perdesaan.
Secara nasional, NTP Indonesia pada Juni 2026 tercatat 127,67 atau turun 0,05 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara Aceh menjadi salah satu dari 18 provinsi yang mencatat kenaikan NTP pada periode tersebut, dengan peningkatan sebesar 0,34 persen. []
Reporter: Sammy






