NUKILAN.ID | MEULABOH – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tsunami melalui pelaksanaan uji coba rutin sistem peringatan dini. Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap tanggal 26 setiap bulannya sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan sistem peringatan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman bencana.
Pelaksanaan uji coba pada 26 Juni 2026 menjadi salah satu agenda berkala yang dijalankan BPBD Aceh Barat. Khusus pada bulan Desember, kegiatan ini memiliki makna yang lebih mendalam karena bertepatan dengan peringatan tragedi tsunami Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2004.
Menurut BPBD Aceh Barat, simulasi dan pengujian sistem peringatan dini dilakukan untuk memastikan seluruh perangkat pendukung, prosedur operasional, serta mekanisme penyampaian informasi kebencanaan dapat berfungsi secara optimal apabila terjadi keadaan darurat.
Selain mengecek kesiapan sarana, kegiatan tersebut juga bertujuan membiasakan masyarakat mengenali suara sirene peringatan dini serta memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menerima peringatan tsunami.
BPBD menilai edukasi kepada masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah pesisir, menjadi bagian penting dalam upaya pengurangan risiko bencana. Dengan latihan yang dilakukan secara berkala, warga diharapkan mampu merespons peringatan secara cepat dan tepat tanpa menimbulkan kepanikan.
Masyarakat juga diimbau untuk segera mengikuti jalur evakuasi menuju titik aman yang telah ditetapkan apabila peringatan tsunami resmi dikeluarkan oleh instansi berwenang.
Melalui pelaksanaan uji coba secara rutin, BPBD Aceh Barat berharap budaya sadar bencana terus tumbuh di tengah masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kesiapsiagaan warga, terutama di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan terhadap gempa bumi dan tsunami. (XRQ)






