Tanjakan Atu Singki Kembali Sulit Dilalui, Warga Serule Keluhkan Akses Rusak Saat Hujan

Share

NUKILAN.ID | Takengon – Kondisi ruas jalan di titik tanjakan Atu Singkih yang menjadi akses menuju Desa Serule, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, kembali menyulitkan mobilitas warga setelah hujan mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir. Jalan yang berlumpur dan licin membuat kendaraan kesulitan melintas serta meningkatkan risiko kecelakaan.

Kepala Koordinator Relawan Kecamatan Bintang, Wedy Sastra Yoga, mengatakan kondisi tersebut bukan merupakan kejadian baru. Menurutnya, setiap kali hujan turun, titik tanjakan Atu Singki hampir selalu menjadi lokasi yang paling sulit dilalui masyarakat.

“Setiap hujan kami memang sudah kesulitan melewati jalan itu. Kondisi ini sudah sering terjadi, bukan hanya sekarang,” kata Wedy saat dikonfirmasi Nukilan, Minggu (28/6/2026).

Ia menjelaskan kerusakan jalan tidak hanya menghambat aktivitas sehari-hari warga, tetapi juga berdampak pada situasi darurat. Salah satunya ketika masyarakat harus membawa atau mengantar jenazah yang tetap harus melewati jalur tersebut meski kondisinya berlumpur dan licin.

Menurut Wedy, kecelakaan juga kerap terjadi saat hujan karena permukaan jalan menjadi sangat licin. Pemerintah, lanjutnya, memang telah mengerahkan alat berat seperti grader ke lokasi. Namun, penanganan yang dilakukan sejauh ini masih terbatas pada pembersihan badan jalan, belum menyentuh perbaikan permanen terhadap ruas yang rusak.

“Alat berat memang ada turun, grader juga ada. Tetapi sifatnya hanya membersihkan jalan, belum memperbaiki kerusakan yang ada,” sebutnya.

Wedy mengatakan ruas jalan tersebut masih berstatus jalan provinsi. Berdasarkan informasi yang diterima masyarakat, pemerintah daerah berencana mengusulkan peningkatan statusnya menjadi jalan nasional pada Juli mendatang. Meski demikian, warga hingga kini masih harus menghadapi kondisi jalan yang rusak setiap kali hujan turun.

Akibat kondisi tersebut, kendaraan biasa kerap kesulitan melintas. Dalam kondisi tertentu, akses menuju Desa Serule hanya dapat dilalui kendaraan berpenggerak empat roda (4WD).

Wedy berharap pemerintah tidak hanya melakukan pembersihan material di badan jalan, tetapi juga segera melakukan perbaikan permanen, khususnya di titik tanjakan Atu Singkih yang selama ini menjadi salah satu lokasi paling rawan menghambat akses masyarakat menuju Desa Serule dan wilayah sekitarnya. []

Reporter: Sammy

spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News