NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mengapresiasi bantuan keuangan antardaerah yang disalurkan pemerintah daerah di Sumatera Utara dan Sumatera Barat kepada sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh. Skema tersebut dinilai sebagai wujud nyata solidaritas antardaerah yang patut diperkuat dan dapat menjadi contoh dalam penanganan bencana pada masa mendatang.
Berdasarkan data Satgas PRR hingga 22 Juni 2026, sebagian besar bantuan keuangan antardaerah telah terealisasi. Dari Sumatera Utara, bantuan telah disalurkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama tujuh pemerintah kabupaten/kota kepada sejumlah daerah terdampak di Aceh, di antaranya Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Utara, Pidie Jaya, Aceh Timur, Bireuen, dan Gayo Lues.
Sementara itu, dukungan dari 15 pemerintah kabupaten/kota di Sumatera Barat juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Sebagian besar bantuan telah ditetapkan dan masuk ke rekening kas daerah penerima. Adapun beberapa daerah lainnya masih menuntaskan proses administrasi pencairan.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi perkembangan tersebut. Menurutnya, bantuan antardaerah tidak hanya memberikan dukungan fiskal bagi wilayah terdampak, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong antardaerah dalam menghadapi bencana.
“Terima kasih. Bagus progresnya. Sebaiknya kepala daerah penerima hibah mengunjungi kepala daerah pemberi hibah, mengucapkan terima kasih dan dinaikkan ke media untuk menunjukkan solidaritas antardaerah dalam membantu daerah bencana. Bisa jadi model ke depan. Bencana bisa terjadi di daerah mana pun,” kata Tito dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).
Sebelumnya, pemerintah telah mengalokasikan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp10,6 triliun kepada pemerintah daerah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi percepatan rehabilitasi, rekonstruksi, serta upaya pengurangan risiko bencana.
Pemerintah juga terus mendorong penerapan skema hibah antardaerah guna membantu wilayah yang masih membutuhkan dukungan besar dalam proses pemulihan, khususnya daerah-daerah terdampak di Aceh.
Komitmen bantuan dari Sumatera Utara mencapai sekitar Rp260 miliar. Dana tersebut berasal dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Asahan, Kabupaten Serdang Bedagai, Kota Pematangsiantar, serta Kabupaten Labuhanbatu. Sebagian besar bantuan tersebut kini telah diterima oleh pemerintah daerah penerima melalui rekening kas daerah.
Di Sumatera Barat, proses penyaluran bantuan juga terus berjalan. Pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota didorong untuk mempercepat penyelesaian tahapan administrasi yang masih berlangsung. Pemerintah pusat turut memberikan kemudahan melalui kebijakan yang memungkinkan penyaluran bantuan keuangan tanpa memerlukan persetujuan DPRD.
Sebagai bentuk apresiasi atas bantuan yang diterima, Bupati Bireuen Mukhlis bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bireuen melakukan kunjungan langsung ke Kabupaten Asahan untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah daerah pemberi hibah.
Satgas PRR menilai langkah tersebut sebagai contoh positif yang tidak hanya mempererat hubungan antardaerah, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News




