NUKILAN.ID | ACEH TENGAH — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia mendorong pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Aceh Tengah melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) subsektor fotografi.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Ekraf “Fotografi Produk Kreatif” yang digelar di Gayo Petro Hotel, Takengon, Aceh Tengah, pada Jumat (19/6/2026).
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya yang diwakili Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga, Ryan Firmansyah, mengatakan Aceh Tengah memiliki potensi ekonomi kreatif yang sangat besar dan beragam.
Menurutnya, daerah tersebut sedang didorong menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru yang bertumpu pada kekayaan alam, budaya lokal, dan sumber daya manusia kreatif.
Ryan menjelaskan, sejumlah subsektor ekonomi kreatif yang menjadi unggulan di Aceh Tengah antara lain kriya dan fesyen melalui Kerawang Gayo, kuliner berbasis Kopi Arabika Gayo, serta subsektor fotografi yang didukung keindahan alam dataran tinggi Gayo.
“Kerawang Gayo menjadi salah satu kebanggaan masyarakat karena 14 motif aslinya telah memperoleh sertifikat Hak Kekayaan Intelektual Komunal. Sementara Kopi Gayo telah dikenal hingga pasar global dan menjadi fondasi utama ekonomi kreatif subsektor kuliner di daerah ini,” kata Ryan dalam sambutannya.
Ia menambahkan, potensi fotografi di Aceh Tengah juga sangat menjanjikan. Lanskap alam dataran tinggi Gayo yang khas dinilai menjadi daya tarik bagi para pegiat fotografi dari berbagai daerah, khususnya Aceh dan Sumatera Utara.
Ryan menilai kegiatan pelatihan tersebut menjadi momentum penting untuk mendorong potensi fotografi agar tidak hanya menjadi hobi, tetapi juga mampu berkembang menjadi aktivitas ekonomi yang menciptakan peluang usaha bagi generasi muda.
“Potensi ekonomi kreatif subsektor fotografi yang begitu besar harus dapat diimplementasikan menjadi kegiatan ekonomi generasi muda di Kabupaten Aceh Tengah. Kehadiran para pegiat fotografi hari ini menunjukkan bahwa kita memiliki kekuatan dan sumber daya untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat ekonomi daerah,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi dalam pengembangan ekonomi kreatif, seperti keterbatasan infrastruktur, kurangnya SDM yang terampil, dan akses pendanaan yang belum merata.
Karena itu, Ryan berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah bagi peserta untuk memperoleh pengetahuan, pengalaman, serta membangun jejaring dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, industri, komunitas, dan masyarakat.
“Saya berharap kegiatan ini menjadi pendorong untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Aceh Tengah melalui sektor fotografi,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Ryan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, termasuk Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan, Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekraf R. Adi Mukhtar Rivai, Anggota DPRK Aceh Tengah Ilyas Sadikin, serta para narasumber dan peserta.
Kegiatan yang diikuti para pegiat fotografi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang berdaya saing dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi generasi muda di Aceh Tengah melalui pemanfaatan teknologi dan kreativitas dalam fotografi produk kreatif.
Reporter: Rezi




