Kenaikan Harga Pertamax Bebani Kurir Ekspedisi di Banda Aceh

Share

NUKILAN.ID | Banda Aceh — Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dikeluhkan sejumlah kurir ekspedisi di Kota Banda Aceh. Lonjakan harga dinilai menambah beban operasional harian, terutama bagi pekerja yang mengandalkan sepeda motor untuk mengantarkan paket ke berbagai wilayah.

Salah seorang kurir perusahaan ekspedisi di Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, Dian, mengaku terpaksa mengubah pola penggunaan bahan bakar akibat kenaikan harga Pertamax yang kini mencapai sekitar Rp16.250 per liter.

Menurut Dian, sebelumnya ia selalu menggunakan Pertamax untuk menunjang aktivitas pengantaran paket. Namun, kenaikan harga membuatnya beralih sementara ke Pertalite untuk menekan pengeluaran.

“Sebagian kurir sudah beralih ke Pertalite. Kalau saya awalnya pakai Pertamax, tetapi sejak harganya naik seperti sekarang, terpaksa beralih dulu ke Pertalite. Meski begitu, dua minggu sekali saya tetap isi Pertamax untuk menetralisasi mesin motor,” kata Dian kepada Nukilan, Jumat (12/6/2026).

Ia mengatakan kenaikan harga BBM berdampak langsung terhadap biaya operasional yang harus dikeluarkan setiap hari. Kondisi tersebut semakin terasa karena pekerjaan kurir sangat bergantung pada kendaraan bermotor.

“Pengeluaran sekarang jelas berpengaruh, semakin besar dan terasa berat. Waktu harga Pertamax masih Rp12 ribu per liter saja kami sudah kewalahan, apalagi sekarang naik menjadi sekitar Rp16 ribu,” keluhnya.

Dian menjelaskan, sebelum harga Pertamax naik, pengisian BBM senilai Rp50 ribu mampu digunakan hingga sekitar dua setengah hari. Namun saat ini jumlah yang sama hanya cukup untuk sekitar dua hari penggunaan.

“Kalau dulu isi Pertamax Rp50 ribu cukup dua setengah hari, sekarang paling hanya sampai dua hari. Jadi memang cukup berat dan membuat kami harus mencari cara untuk menghemat pengeluaran,” katanya.

Untuk penggunaan Pertalite, Dian menyebut kebutuhan harian tergantung pada jumlah paket yang harus diantar. Semakin banyak paket yang didistribusikan, semakin besar pula konsumsi bahan bakar.

“Kalau paket sedang banyak, biasanya habis sekitar Rp15 ribu per hari. Kalau tidak terlalu banyak, mungkin sekitar Rp10 ribu per hari,” sebutnya.

Para kurir berharap adanya kebijakan yang dapat membantu meringankan beban masyarakat pekerja lapangan yang sangat bergantung pada kendaraan bermotor untuk mencari nafkah, di tengah meningkatnya biaya operasional akibat kenaikan harga bahan bakar. []

Reporter: Sammy

spot_img

Read more

Local News