NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh terus mematangkan proses penyusunan Buku Induk Ensiklopedia Kepemudaan Aceh (Dalam/Luar Negeri–Diaspora) Tahun 2026.
Upaya tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, T. Banta Nuzullah, sebagai bagian dari langkah strategis Pemerintah Aceh dalam mendokumentasikan peran serta kontribusi pemuda Aceh secara komprehensif.
Penyusunan ensiklopedia tersebut merupakan implementasi dari amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan. Buku induk ini diharapkan mampu menjadi dokumentasi yang merekam perjalanan, capaian, serta kontribusi pemuda Aceh, baik yang berada di dalam maupun luar negeri, termasuk diaspora Aceh yang berkiprah di berbagai negara.
Dalam arahannya, T. Banta Nuzullah menegaskan bahwa penyusunan buku induk ensiklopedia harus menghasilkan karya yang kredibel, representatif, dan inspiratif.
Menurutnya, ensiklopedia tersebut tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi capaian pemuda Aceh, tetapi juga menjadi representasi intelektual kepemudaan yang mampu bersaing di tingkat lokal, nasional, hingga internasional, sekaligus mengakomodasi peran strategis diaspora Aceh di luar negeri.
Rapat tersebut membahas berbagai tahapan pelaksanaan yang telah dilalui serta melakukan penajaman terhadap substansi draft buku induk. Sejumlah aspek menjadi fokus pembahasan, mulai dari penentuan tema besar, penguatan alur narasi, hingga pendalaman materi agar memiliki kualitas akademik dan nilai historis yang kuat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dr. Kamaruddin Hasan, S.Sos., M.Si dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh Lhokseumawe yang menjadi bagian dari tim penyusun dan perumus. Kehadiran akademisi tersebut diharapkan dapat memperkuat metodologi penulisan, memperkaya perspektif ilmiah, serta memastikan validitas dan akurasi data yang dihimpun selama proses penyusunan.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan tim penyusun juga memaparkan Term of Reference (TOR) Ensiklopedia Kepemudaan Aceh. Dokumen tersebut menjadi landasan konseptual sekaligus acuan utama dalam penyusunan buku agar lebih terarah, sistematis, serta memiliki kekuatan metodologis dan ilmiah.
Selain itu, rapat juga dihadiri oleh Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Masri Amin, para koordinator divisi, dan staf terkait yang terlibat langsung dalam proses penyusunan. Kehadiran seluruh unsur tersebut bertujuan memperkuat koordinasi tim, mendukung kelancaran pekerjaan, serta memastikan proses validasi dan akurasi data berjalan optimal.
Dalam forum tersebut, peserta rapat menyepakati target penyelesaian buku sebelum peringatan Hari Sumpah Pemuda. Kesepakatan itu diharapkan menjadi pemacu bagi seluruh tim agar proses penyusunan dapat berlangsung lebih efektif, terarah, dan tepat waktu.
Melalui langkah ini, Dispora Aceh menegaskan komitmennya untuk menghadirkan Buku Induk Ensiklopedia Kepemudaan Aceh 2026 sebagai karya dokumentatif yang tidak hanya merekam sejarah dan capaian pemuda Aceh, tetapi juga menjadi landasan strategis dalam perumusan kebijakan kepemudaan di masa mendatang. Selain itu, buku tersebut diharapkan mampu menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda Aceh dalam melanjutkan kontribusi dan pengabdian bagi daerah.




