NUKILAN.ID | Banda Aceh – Pengamat Kebijakan Publik Universitas Syiah Kuala (USK), Dr Nasrul Zaman, menyoroti komposisi Tim Teknis Plan of Development (PoD) Blok South Andaman yang dinilainya terlalu didominasi unsur birokrasi pemerintahan dibandingkan tenaga profesional yang memiliki pengalaman langsung di industri minyak dan gas (migas).
Sorotan tersebut muncul setelah Pemerintah Aceh membentuk Tim Teknis PoD Blok South Andaman melalui Keputusan Gubernur Aceh Nomor 500.10.7.1/072/2025. Tim tersebut dibentuk untuk memberikan dukungan teknis dan rekomendasi dalam proses pengembangan salah satu proyek gas terbesar yang saat ini sedang dikawal Pemerintah Aceh.
Nasrul menilai komposisi tim semestinya lebih banyak diisi oleh figur yang memiliki pengalaman praktis dan rekam jejak dalam negosiasi industri migas, terutama pada proyek-proyek berskala internasional.
“Harusnya tim itu dipenuhi oleh pemain-pemain migas yang memang paham industri ini. Anak-anak Aceh yang berkarier di sektor migas internasional banyak, ada di Qatar, Dubai, Jakarta dan berbagai negara lain. Mereka punya pengalaman yang relevan, tetapi justru tidak dilibatkan,” kata Nasrul kepada Nukilan, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, keberadaan tenaga profesional sangat penting mengingat proses pembahasan PoD tidak hanya berkaitan dengan aspek administrasi, tetapi juga menyangkut negosiasi bisnis, investasi, hingga perhitungan ekonomi proyek yang kompleks.
“Ini bukan sekadar urusan administrasi. Yang dibutuhkan adalah orang-orang yang memahami offshore development, kebutuhan investasi, tingkat pengembalian modal, break even point, sampai dampak ekonomi yang bisa diperoleh Aceh,” sebutnya.
Nasrul menilai dominasi pejabat struktural dalam tim berpotensi menyulitkan posisi Aceh ketika berhadapan dengan perusahaan migas internasional yang memiliki sumber daya dan pengalaman panjang dalam pengembangan lapangan migas.
Ia berharap Pemerintah Aceh membuka ruang yang lebih luas bagi tenaga profesional dan praktisi migas untuk memperkuat posisi daerah dalam mengawal pengembangan Blok South Andaman. []
Reporter: Sammy



