NUKILAN.ID | SEMARANG – Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK BPD SI) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) dan Seminar Nasional di Semarang, Jawa Tengah, pada 2–4 Juni 2026.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para komisaris Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk membahas arah dan strategi penguatan bank daerah di tengah tantangan ekonomi global yang terus berkembang.
Munas ini akan dihadiri sekitar 80 komisaris BPD dari berbagai provinsi di Indonesia. Selain itu, kegiatan juga melibatkan unsur Otoritas Jasa Keuangan (OJK), direksi BPD, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor perbankan daerah.
Sekretaris Umum FKDK BPD SI, Bela Barus, mengatakan pelaksanaan Munas berlangsung pada waktu yang tepat mengingat meningkatnya ketidakpastian ekonomi global yang berpotensi memengaruhi kinerja industri perbankan, termasuk BPD.
“Melalui Munas ini, para komisaris BPD akan merumuskan langkah-langkah strategis untuk memperkuat ketahanan dan daya saing BPD dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang berkembang,” ujar Bela Barus.
Salah satu agenda penting dalam Munas tersebut adalah pembentukan Tim 7 dan tim formatur yang bertugas menyusun kepengurusan baru FKDK BPD SI sekaligus merumuskan arah organisasi ke depan. Dalam forum itu, Dr. M. Gaussyah yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas Komisaris Utama Bank Aceh dipercaya sebagai Ketua Tim 7.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua Umum FKDK BPD SI periode 2025–2026, Prof. M. Mas’ud Said yang juga Komisaris Independen Bank Jatim, menilai forum nasional tersebut menjadi ruang konsolidasi bagi para komisaris BPD untuk memperkuat fungsi pengawasan dan pemberian nasihat strategis kepada manajemen bank daerah.
Menurut Mas’ud Said, kondisi ekonomi global yang masih dibayangi gejolak, fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat, serta ketidakpastian pasokan energi akibat konflik geopolitik internasional menuntut BPD agar semakin tangguh dan adaptif dalam menjalankan perannya.
“FKDK mengusung semangat agar BPD semakin resilien, tahan terhadap berbagai tekanan ekonomi, namun tetap kompetitif dalam persaingan industri perbankan dan dunia usaha,” kata Mas’ud Said.
Selain membahas agenda organisasi, rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan Seminar Nasional yang diawali pidato kunci Gubernur Jawa Tengah selaku pembina Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Provinsi Jawa Tengah sekaligus tuan rumah penyelenggaraan Munas.
Melalui Munas dan Seminar Nasional ini, FKDK BPD SI diharapkan mampu menghasilkan berbagai rekomendasi strategis guna memperkuat peran Bank Pembangunan Daerah sebagai motor penggerak perekonomian daerah, sekaligus meningkatkan daya tahan industri perbankan daerah menghadapi dinamika ekonomi global yang semakin kompleks.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News




