NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Aceh pada Sabtu, 9 Mei 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir serta angin kencang diperkirakan terjadi mulai pukul 04.45 WIB hingga 08.06 WIB.
Berdasarkan informasi BMKG yang diterima Nukilan.id, cuaca ekstrem tersebut berpotensi terjadi di sejumlah kabupaten dan kota di Aceh. Di Kabupaten Aceh Selatan, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Meukek, Sawang, dan Kluet Tengah.
Sementara itu, di Kabupaten Aceh Tenggara, potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Kecamatan Lawe Alas, Bambel, Babussalam, Badar, Darul Hasanah, Lawe Bulan, Bukit Tusam, Semadam, dan sejumlah wilayah lainnya.
Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Kabupaten Aceh Timur, antara lain di Kecamatan Darul Aman, Julok, Idi Rayeuk, Birem Bayeun, Serbajadi, dan wilayah sekitarnya. Di Kabupaten Aceh Utara, daerah yang diperkirakan terdampak meliputi Baktiya, Lhoksukon, Matangkuli, Meurah Mulia, Samudera, serta beberapa kecamatan lainnya.
Selain itu, hujan lebat disertai petir dan angin kencang juga berpotensi terjadi di Kabupaten Gayo Lues, khususnya di Kecamatan Pining, Puteri Betung, dan Dabun Gelang. Di Kabupaten Aceh Tamiang, potensi cuaca ekstrem diperkirakan melanda wilayah Manyak Payed, Bendahara, Karang Baru, Seruway, Kejuruan Muda, dan daerah lainnya.
Kabupaten Bener Meriah, terutama Kecamatan Syiah Utama, turut masuk dalam wilayah yang berpotensi mengalami kondisi cuaca tersebut. Sementara di Kota Langsa, cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di Kecamatan Langsa Timur, Langsa Barat, Langsa Kota, Langsa Lama, dan Langsa Baro.
BMKG juga menyebutkan bahwa kondisi ini berpotensi meluas ke sejumlah wilayah lain di Aceh, di antaranya Kabupaten Aceh Tengah, Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Kota Banda Aceh, Kota Sabang, Kota Lhokseumawe, serta Kota Subulussalam.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem tersebut. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi menyebabkan berkurangnya jarak pandang, banjir lokal, pohon tumbang, hingga gangguan pada transportasi darat, laut, maupun udara.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi selama periode peringatan dini berlangsung.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News




