MUQ Aceh Selatan Gelar Kurban Bersama, Tanamkan Nilai Keikhlasan dan Kepedulian Sosial kepada Santri

Share

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Pesantren Madrasah Ulumul Quran (MUQ) Aceh Selatan melaksanakan penyembelihan hewan kurban di kompleks pesantren yang berlokasi di Gampong Panjupian, Kecamatan Tapaktuan, Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan tersebut dihadiri Direktur MUQ Aceh Selatan, Dr. (Cand) Tgk. Muhammad Ridho Agung, S.Pd., M.Ag., para dewan guru, asatiz, santri, serta sejumlah undangan.

Pelaksanaan kurban tahun ini menjadi salah satu momentum pendidikan karakter bagi para santri. Selain menjalankan syariat Islam, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran langsung mengenai makna pengorbanan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada sesama.

Ketua Panitia Kurban MUQ Aceh Selatan, Ustaz Taufiqur Rahman, S.E., dalam wawancara dengan Nukilan.id menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.

“Ini merupakan tanggung jawab yang besar sekaligus momentum yang sangat berharga, apalagi kegiatan ini masih berada dalam suasana hari-hari tasyrik. Alhamdulillah, pada tahun ini kami melaksanakan penyembelihan hewan kurban berupa satu ekor kerbau dan satu ekor kambing. Khusus untuk kambing, ini merupakan tahun pertama adanya penambahan hewan kurban tersebut,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan kurban tidak terlepas dari kerja sama seluruh unsur yang terlibat, mulai dari keluarga besar pesantren hingga para panitia yang bekerja sejak tahap persiapan.

“Saya juga mengapresiasi seluruh panitia yang terlibat, baik dari unsur pesantren, sekolah, maupun keluarga besar pesantren. Semoga seluruh ikhtiar ini mendapatkan ridha Allah SWT dan menjadi bekal amal bagi kita semua di akhirat kelak,” ungkapnya.

Tidak hanya berfokus pada prosesi penyembelihan, panitia juga memastikan distribusi daging kurban dilakukan secara tepat sasaran agar manfaatnya dapat dirasakan oleh berbagai kalangan yang membutuhkan.

Untuk pembagian kurban, kata Ustaz Taufiq bahwa daging kerbau dibagi menjadi dua bagian besar. Bagian pertama digunakan untuk konsumsi bersama di lingkungan pesantren. Sedangkan bagian kedua dibagikan kepada para penerima manfaat.

“Bagian yang dibagikan tersebut kemudian kami bagi lagi menjadi dua kelompok. Pertama untuk para santri yang berasal dari kalangan anak yatim, yatim piatu, dan fakir miskin. Selain itu, kami juga menyalurkan kepada enam anak yatim dan yatim piatu yang berada di Gampong Panjupian. Sementara bagian lainnya diberikan kepada para dewan guru dan asatiz yang hadir pada kegiatan kurban hari ini,” pungkasnya.

Rangkaian kegiatan kurban di MUQ Aceh Selatan juga diperkaya dengan agenda pembinaan keagamaan melalui tausiah yang diberikan oleh seorang penceramah dari Budi Mesra, Samalanga. Kegiatan ini dirancang agar para santri tidak hanya memahami aspek teknis ibadah kurban, tetapi juga menangkap pesan spiritual yang terkandung di dalamnya.

“Seluruh santri tetap mengikuti rangkaian kegiatan dan mendengarkan tausiah yang disampaikan. Sementara itu, para guru dan panitia melaksanakan proses penyembelihan serta pengelolaan hewan kurban,” jelasnya.

Melalui perpaduan antara praktik ibadah dan pembelajaran keagamaan, pihak pesantren berharap nilai-nilai kurban dapat tertanam lebih kuat dalam kehidupan para santri.

“Kita tentunya berharap para santri tidak hanya memahami teori tentang ibadah kurban, tetapi juga dapat menyaksikan langsung dan mengambil pelajaran dari nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” tutupnya. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

spot_img

Read more

Local News