NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Penyidik Satreskrim Polresta Banda Aceh telah memeriksa 15 saksi terkait kasus kebakaran Gedung Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) yang diduga berkaitan dengan keributan antarmahasiswa di kampus tersebut pada Kamis (21/5/2026) dini hari.
Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Miftahuda Dizha Fezuono, mengatakan para saksi yang telah dimintai keterangan terdiri atas 13 mahasiswa, seorang dosen, dan satu orang pelapor.
“Sebanyak 15 saksi telah kita mintai keterangan terkait kejadian terbakarnya gedung serta fasilitas lainnya yang ada di Fakultas Pertanian USK,” kata Dizha saat dikonfirmasi, Sabtu (23/5/2026).
Ia menjelaskan, selama proses pemeriksaan, 13 mahasiswa tersebut turut didampingi oleh Wakil Dekan Fakultas Teknik, Bambang Setiawan.
Pemeriksaan dilakukan berdasarkan laporan polisi yang diajukan pihak Fakultas Pertanian dengan nomor LP/B/418/V/2026/SPKT/Polresta Banda Aceh/Polda Aceh tertanggal 21 Mei 2026.
Dalam penyelidikan yang berlangsung, polisi juga telah mengumpulkan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, di antaranya batu, kayu, sepeda motor dan mobil yang terbakar, serta pecahan kaca yang diduga berasal dari bom molotov.
“Beberapa barang bukti itu juga telah kita sita dari TKP,” ujarnya.
Dizha menyebutkan, penyidik masih terus mendalami kasus tersebut dan tidak menutup kemungkinan jumlah saksi yang diperiksa akan bertambah.
“Penyidik dan tim identifikasi juga akan melakukkan uji laboratorium forensik beberapa barang bukti atau petunjuk yang di dapatkan di TKP, kerugian dari kejadian tersebut ditaksir sekitar Rp 20 miliar,” tuturnya.
Sebelumnya, Gedung Fakultas Pertanian USK terbakar pada Kamis dini hari. Selain gedung utama, pos satpam serta sejumlah kendaraan yang berada di lokasi juga ikut terbakar.
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Andi Kirana, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti peristiwa tersebut.
“Kami sedang melakukan penyelidikan terkait terbakarnya Gedung Fakultas Pertanian USK, pos satpam, dan sepeda motor yang terparkir di area tersebut,” kata Andi.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, sebelum kebakaran terjadi sempat berlangsung keributan antara kelompok mahasiswa yang diduga berasal dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik. Konflik tersebut disebut telah berlangsung sejak dua hari sebelumnya dan kembali memanas beberapa jam sebelum kebakaran terjadi.
“Keributan sudah terjadi dalam dua hari lalu, kemudian keributan berlanjut beberapa jam sebelum terbakarnya area tersebut,” ujarnya.
Keributan tersebut dilaporkan berujung pada aksi perusakan fasilitas kampus, termasuk pelemparan terhadap kaca gedung dan sejumlah fasilitas ruangan. Dalam insiden itu, dua mahasiswa Fakultas Teknik mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan.
“Dua mahasiswa Fakultas Teknik turut mengalami luka-luka sehingga harus dirawat,” kata dia.
Andi menambahkan, setelah adanya mahasiswa yang terluka, sejumlah mahasiswa Fakultas Teknik diduga melakukan aksi balasan ke Fakultas Pertanian dengan melakukan pelemparan batu dan membawa bom molotov.
“Kejadian tersebut mengakibatkan kerusakan di Fakultas Pertanian dan juga laboratorium, tiga unit sepeda motor dan satu unit mobil turut terbakar,” tuturnya.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

