NUKILAN.ID | Banda Aceh — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh melaporkan jumlah pengangguran di Aceh pada Februari 2026 mencapai 156,23 ribu orang, meningkat dibandingkan Februari 2025 yang tercatat 148,80 ribu orang. Kenaikan tersebut mendorong Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 5,88 persen, lebih tinggi dibandingkan 5,50 persen pada tahun sebelumnya.
Dikutip Nukilan dari publikasi terbaru BPS menunjukkan jumlah angkatan kerja Aceh mencapai 2,66 juta orang, sementara penduduk yang bekerja sebanyak 2,5 juta orang. Di sisi lain, jumlah bukan angkatan kerja tercatat 1,53 juta orang.
Sepanjang periode Februari 2025 hingga Februari 2026, penyerapan tenaga kerja di Aceh berkurang sekitar 55,34 ribu orang.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan porsi 41,39 persen dari total penduduk bekerja. Posisi berikutnya ditempati sektor perdagangan dan pendidikan.
BPS juga mencatat pekerja formal maupun informal mengalami penurunan. Jumlah pekerja formal turun dari 912 ribu orang menjadi 846 ribu orang, sedangkan pekerja informal menurun dari 1,64 juta orang menjadi 1,60 juta orang dalam setahun terakhir.
Sementara itu, proporsi pekerja penuh meningkat menjadi 60,47 persen pada Februari 2026, menunjukkan sebagian pekerja memiliki jam kerja minimal 35 jam per minggu.
Kondisi tersebut menggambarkan pasar tenaga kerja Aceh masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja meski jumlah penduduk usia kerja terus bertambah. []
Reporter: Sammy

