NUKILAN.ID | LHOKSUKON – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menuntaskan rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Krueng Pase di Kabupaten Aceh Utara, Aceh, setelah infrastruktur tersebut terdampak banjir bandang pada November 2025. Rampungnya rehabilitasi ini menandai kembali berfungsinya sistem irigasi yang menjadi penopang utama sektor pertanian di wilayah tersebut.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau langsung hasil rehabilitasi tersebut pada Selasa (5/5/ 2026) lalu. Dalam kunjungannya, Dody secara simbolis membuka pintu air bendung untuk memastikan aliran irigasi kembali mengaliri lahan pertanian warga pascabencana.
Rehabilitasi dilakukan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera I. Menurut Menteri Dody, percepatan penyelesaian proyek tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemulihan kehidupan masyarakat, khususnya petani, dapat segera berlangsung.
“Perbaikan ini kita dorong cepat agar air bisa kembali mengalir ke sawah-sawah. Harapannya petani di sembilan kecamatan di Aceh Utara bisa kembali menanam dan panen minimal dua kali dalam setahun,” kata Menteri Dody.
Pekerjaan rehabilitasi tidak hanya mencakup perbaikan bendung utama, tetapi juga rehabilitasi saluran induk sepanjang 32,82 kilometer, saluran sekunder sepanjang 112,36 kilometer, beserta infrastruktur pendukung lainnya.
DI Krueng Pase memiliki cakupan layanan seluas 8.922 hektare lahan persawahan yang tersebar di sembilan kecamatan, yakni Tanah Luas, Nibong, Meurah Mulia, Samudera, Syamtalira Bayu, Blang Mangat, Matang Kuli, Syamtalira Aron, dan Tanah Pasir. Setelah rehabilitasi selesai, layanan irigasi pada area kanan seluas 5.614 hektare dan area kiri seluas 3.308 hektare kembali pulih.
Kementerian PU juga menyebut peningkatan kinerja irigasi tersebut berpotensi mendorong kenaikan Indeks Pertanaman (IP) dari 65 persen hingga mencapai 250 persen, yang diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan produksi beras dan pendapatan petani.
Upaya rehabilitasi Bendung Krueng Pase sendiri telah dimulai pada tahun anggaran 2025. Namun, pekerjaan sempat terdampak banjir bandang pada November 2025, sehingga percepatan penyelesaian menjadi prioritas demi memulihkan pasokan air bagi lahan pertanian masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Dody juga berdialog langsung dengan para petani. Salah satu aspirasi datang dari Mochtar Ahmad yang mengaku bersyukur bendung tersebut kini kembali berfungsi setelah sebelumnya petani mengalami kesulitan air.
“Kami sangat bersyukur bendung ini sudah kembali berfungsi. Setelah banjir kemarin, kami sempat kesulitan air. Sekarang sudah mulai normal kembali dan kami bisa kembali bertani,” ujar Mochtar.
Selain merehabilitasi bendung, Kementerian PU juga memfasilitasi pemulihan pascabencana melalui pembersihan endapan sedimen di area persawahan serta pembangunan lahan percontohan (demplot) seluas dua hektare untuk mendorong peningkatan produktivitas petani.
Kini, dengan berfungsinya kembali DI Krueng Pase, infrastruktur tersebut diharapkan menjadi kunci percepatan pemulihan sektor pertanian di wilayah terdampak, sekaligus memastikan distribusi air irigasi tetap merata dari hulu hingga hilir serta membantu mengantisipasi risiko kekeringan pada musim kemarau.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

