Jemaah Haji Aceh Mulai Terima Dana Wakaf Baitul Asyi, Capai Rp9,3 Juta per Orang

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Jamaah calon haji asal Aceh mulai menerima dana wakaf Baitul Asyi sebesar 2.000 riyal Saudi atau setara sekitar Rp9,3 juta per orang pada musim haji 2026.

Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, mengatakan penyaluran dana tersebut telah dimulai kepada jamaah kelompok terbang (kloter) kedua yang saat ini telah berada di Makkah.

“Kemarin sore jamaah kita kloter dua sudah menerima Baitul Asyi di penginapannya, dengan jumlah dana sebesar 2.000 riyal, dibagikan oleh pengurus Baitul Asyi,” kata Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, di Banda Aceh, Selasa (12/5/2026).

Menurut Arijal, kloter kedua menerima lebih dulu karena jamaah kloter pertama masih berada di Madinah dan dijadwalkan bertolak ke Makkah pada 14 Mei mendatang.

“Selajutnya akan dijadwalkan lagi kloter tiga hingga seterusnya. Sedangkan kloter satu masih di Madinah, bakal mendapatkan dana Baitul Asyi ketika sudah berada di Makkah,” ujarnya.

Dana wakaf Baitul Asyi merupakan kompensasi tahunan yang diterima jamaah haji asal Aceh dari aset wakaf produktif milik masyarakat Aceh di Makkah. Lembaga ini didirikan oleh Habib Bugak Al-Asyi pada awal 1800-an, dan kini asetnya dikelola dalam bentuk hotel yang hasil pengelolaannya disalurkan kepada jamaah haji asal Aceh.

Selain menerima dana wakaf tersebut, jamaah calon haji Aceh juga telah memperoleh biaya hidup (living cost) sebesar 750 riyal atau sekitar Rp3,5 juta per orang yang dibagikan saat berada di asrama haji.

“Living cost dibagikan saat masuk di Asrama, pada saat pembagian dokumen-dokumen lainnya di aula Jeddah (Asrama Haji Embarkasi Aceh),” katanya.

Dengan demikian, total dana yang diterima setiap jamaah haji Aceh pada musim haji tahun ini mencapai 2.750 riyal atau sekitar Rp12,8 juta per orang, yang berasal dari dana wakaf Baitul Asyi dan living cost dari pemerintah.

Arijal juga memastikan seluruh jamaah haji Aceh yang telah tiba di Arab Saudi berada dalam kondisi sehat dan belum mengalami gangguan kesehatan.

“Alhamdulillah, kondisi jamaah sampai hari ini dalam kondisi sehat, semua tidak ada keluhan yang sakit, mereka masih melakukan umrah, beristirahat,” demikian Arijal.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Read more

Local News