NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika kembali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Aceh pada periode 12–13 Mei 2026. Kondisi tersebut diperkirakan dapat memengaruhi aktivitas pelayaran, khususnya bagi nelayan, kapal kecil, hingga wisatawan yang beraktivitas di kawasan pesisir.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, M. Jamal mengatakan, gelombang laut di beberapa titik perairan Aceh diperkirakan mencapai 1,5 hingga 2,5 meter.
“Kami menghimbau Masyarakat untuk waspada potensi gelombang tinggi,” ujarnya.
Menurut analisis BMKG, potensi cuaca laut tersebut dipengaruhi adanya belokan angin dan zona konvergensi di wilayah Aceh. Suhu muka laut yang relatif hangat di perairan barat maupun timur Aceh juga dinilai meningkatkan penguapan, sehingga mendukung pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah.
BMKG mencatat pola angin di wilayah perairan Aceh bergerak dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 4 sampai 27 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di jalur perairan Sabang–Banda Aceh serta Aceh Besar–Meulaboh.
Beberapa wilayah yang diperkirakan mengalami gelombang sedang hingga tinggi meliputi perairan Aceh Besar–Meulaboh, Aceh Singkil–Pulau Banyak, Sabang–Banda Aceh, perairan selatan Simeulue, hingga kawasan perairan Aceh Barat Daya dan sekitarnya.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan operator kapal kecil, agar meningkatkan kewaspadaan sebelum melaut. Wisatawan yang berencana melakukan aktivitas di kawasan pantai dan laut juga diminta terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG demi keselamatan bersama.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

