NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Rumoh Pangan Aceh (RPA) kembali menghadirkan inovasi dalam mendukung ketahanan pangan, sekaligus pemberdayaan petani lokal melalui konsep souvenir berbasis sayuran segar.
Program ini menjadi alternatif baru dalam berbagai acara, khususnya pesta pernikahan, dengan menghadirkan paket sayuran sehat yang langsung bersumber dari petani lokal Aceh.
Founder dan Executive Director RPA, Rivan menjelaskan souvenir ini tidak hanya berfungsi sebagai buah tangan bagi tamu undangan, tetapi juga membawa nilai lebih, yakni mendukung kesejahteraan petani lokal, mengurangi ketergantungan terhadap pangan impor, serta mendorong kemandirian pangan di Aceh.
Selain itu, penggunaan sayuran segar sebagai souvenir juga menjadi langkah nyata dalam mengurangi food waste serta memperkenalkan pola konsumsi yang lebih sehat dan ramah lingkungan.
Tidak hanya itu, inisiatif ini juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat, khususnya dalam proses pengemasan (packing) produk souvenir. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat sekitar turut mendapatkan kesempatan kerja dan tambahan penghasilan, sehingga dampak yang dihasilkan tidak hanya dirasakan oleh petani, tetapi juga oleh komunitas yang lebih luas.
“Inovasi ini juga dinilai relevan dengan kebiasaan masyarakat, terutama saat momentum meugang, di mana pembagian hadiah umumnya berupa sirup, gula, dan bahan pangan olahan lainnya. Kini, melalui pendekatan yang lebih segar dan bermakna, masyarakat dapat mulai beralih ke pilihan yang lebih sehat dengan memberikan sayuran sebagai hadiah yang bermanfaat langsung bagi penerima,” jelasnya pada Sabtu (2/5/2026).
Adapun implementasi perdana program ini dilakukan pada pesta pernikahan Zuhra dan Taufik di Taman Hutan Kota, yang berlangsung pada Minggu, 3 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Rumoh Pangan Aceh bersama Urbania Garden dan difasilitasi oleh wedding organizer byDaisy.
Adapun Zuhra merupakan adik dari Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah yang dikenal memiliki kepedulian terhadap petani lokal dan isu ketahanan pangan, sehingga memilih konsep souvenir ini sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung gerakan pangan lokal.
Rumoh Pangan Aceh berharap langkah ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk menghadirkan pilihan-pilihan baru dalam setiap acara, tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang nyata.
Ke depan, souvenir berbasis sayuran ini diharapkan dapat menjadi tren baru dalam pesta pernikahan maupun berbagai kegiatan lainnya di Aceh.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

