Hardiknas 2026 Usung Tema “Menguatkan Partisipasi Semesta”, Ini Logo dan Maknanya

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menetapkan tema dan logo peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang diperingati setiap 2 Mei. Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Mendikdasmen Nomor 8844/T/MDM.A5/HM.01.00/2026 tentang Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026.

Selain tema, Kemendikdasmen juga meluncurkan logo resmi Hardiknas 2026 yang sarat makna filosofis. Logo tersebut menampilkan figur manusia berwarna biru dalam siluet dinamis yang mencerminkan kesiapan seluruh elemen bangsa untuk berperan aktif dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.

Elemen lengkungan elips yang mengitari bagian bawah logo melambangkan gerak maju, perlindungan, dan kesinambungan. Simbol ini merepresentasikan revitalisasi satuan pendidikan melalui perbaikan sarana dan prasarana, penguatan ekosistem sekolah, hingga pemerataan layanan pendidikan di seluruh Indonesia.

Sementara dominasi warna biru pada logo menggambarkan kepercayaan, kecerdasan, profesionalisme, serta harapan akan masa depan pendidikan yang lebih cerah.

Kemendikdasmen juga menyediakan logo resmi Hardiknas 2026 yang dapat diunduh masyarakat melalui tautan s.id/Logo_Hardiknas_2026. Logo tersebut dapat digunakan pada berbagai media, baik format portrait maupun landscape, dengan penempatan sesuai pedoman resmi kementerian.

Sejarah Hardiknas

Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap 2 Mei sebagai bentuk penghormatan atas hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara, pelopor pendidikan nasional yang lahir pada 2 Mei 1889.

Sebelum dikenal dengan nama tersebut, Ki Hadjar Dewantara memiliki nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Ia dikenal sebagai tokoh yang vokal memperjuangkan hak pendidikan bagi seluruh rakyat, termasuk melalui tulisan terkenalnya berjudul Als Ik Een Nederlander Was atau Seandainya Aku Seorang Belanda.

Sepulang dari masa pengasingan di Belanda, ia mendirikan Perguruan Taman Siswa di Yogyakarta pada 1922 sebagai bentuk perjuangan membuka akses pendidikan bagi semua kalangan.

Atas jasa dan pemikirannya, pemerintah kemudian menetapkan tanggal kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 305 Tahun 1959. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Read more

Local News