Profil Jumhur Hidayat, Aktivis yang Kini Menjabat Menteri Lingkungan Hidup

Share

NUKILAN.ID | JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah pejabat dalam reshuffle kabinet, Senin (27/4/2026). Salah satu nama yang dilantik adalah Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

Jumhur menggantikan Hanif Faisol yang dirotasi menjadi Wakil Menteri Koordinator bidang Pangan. Menjelang pelantikan, Jumhur tampak hadir didampingi Rocky Gerung dan Syahganda Nainggolan di Istana Negara, Jakarta.

Berdasarkan penelusuran Nukilan.id, Jumhur dikenal sebagai aktivis sosial. Ia lahir di Bandung pada 18 Februari 1968 dan mulai aktif dalam gerakan mahasiswa saat menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung.

Aktivisme Jumhur sudah terlihat sejak era Orde Baru. Ia pernah dipenjara karena terlibat dalam aksi mahasiswa yang menolak kedatangan Menteri Dalam Negeri saat itu, Rudini, pada 1989.

Selain aktif di dunia gerakan, Jumhur juga sempat berkiprah di politik praktis. Ia bergabung dengan Partai Daulat Rakyat yang mengikuti Pemilu 1999 dan menjabat sebagai sekretaris jenderal. Ketika partai tersebut bergabung dengan sejumlah partai lain membentuk Partai Sarikat Indonesia pada 2002, ia tetap dipercaya mengemban posisi yang sama.

Dalam perjalanan kariernya, Jumhur juga pernah dipercaya memimpin BNP2TKI pada 2007. Ia menjabat selama tujuh tahun hingga 2014, sebelum diberhentikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui keputusan resmi yang ditandatangani pada 11 Maret 2014 dengan alasan penyegaran.

Kini, dengan latar belakang panjang sebagai aktivis dan birokrat, Jumhur mengemban tanggung jawab baru di sektor lingkungan hidup, di tengah tantangan pengelolaan lingkungan yang semakin kompleks di Indonesia. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

spot_img
spot_img

Read more

Local News