BMKG: Potensi Karhutla di Aceh Meningkat, 34 Titik Panas Terdeteksi

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Aceh menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa hari ke depan. Hal ini berdasarkan hasil pemantauan satelit yang mendeteksi puluhan titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah.

Berdasarkan pengamatan sensor MODIS dari satelit Tera, Aqua, Suomi NPP, serta NOAA20/VIIRS, teridentifikasi sebanyak 34 hotspot di Aceh.

Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi SIM Blang Bintang, Stya Juangga Dirta, mengatakan suhu maksimum pada hari sebelumnya mencapai 33,9 derajat celsius dan diprakirakan meningkat hingga 34 derajat celsius pada hari ini. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko munculnya titik panas yang dapat memicu karhutla.

“Potensi peningkatan suhu dan kemunculan hotspot diprakirakan terus meningkat mulai besok hingga satu minggu ke depan,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain itu, aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran seperti membakar sampah tanpa pengawasan dan membuang puntung rokok sembarangan juga diminta untuk dihindari.

Di sisi lain, BMKG mencatat fenomena Gelombang Rossby Ekuatorial masih aktif di wilayah Aceh. Kondisi ini diperkuat dengan adanya belokan angin, konvergensi, serta suhu muka laut yang hangat di perairan barat dan timur Aceh, sehingga meningkatkan penguapan dan pembentukan awan hujan.

Sejumlah wilayah di Aceh diprakirakan berpotensi mengalami hujan, di antaranya Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Langsa, Pidie, Pidie Jaya, Subulussalam, Simeulue, dan Nagan Raya.

BMKG juga mengingatkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi secara tiba-tiba pada sore hingga malam hari akibat pemanasan intens di siang hari.

“Masyarakat juga diminta berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama saat berkendara dalam kondisi cuaca buruk yang berpotensi disertai angin kencang, banjir, dan tanah longsor,” pungkasnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

spot_img
spot_img

Read more

Local News