NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dalam rangka memperingati Hari Bumi, komunitas Peace Gen Aceh berkolaborasi dengan Pramuka MAN 2 Banda Aceh dan Gerakan Turun Tangan Aceh menggelar talkshow bertajuk “Langkah Kecil dalam Memanjangkan Usia Bumi”.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (21/4/2026) di Cafe Tujuh Semeja, serta disiarkan secara langsung melalui Instagram.
Talkshow dipandu oleh Avicenna Al Maududdy dan menghadirkan dua narasumber, yakni Khaidir Marzuki dan Chairiani Zuhra. Turut hadir Nyanyak Marawan Putri yang merangkum refleksi diskusi.
Dalam pembukaan, host mengajak generasi muda Aceh untuk tidak hanya berhenti pada slogan “Save the Earth”, tetapi mulai melakukan aksi nyata yang berdampak bagi lingkungan. Diskusi kemudian mengarah pada berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi generasi muda saat ini.
Khaidir Marzuki menekankan pentingnya kedisiplinan dalam menjaga lingkungan, dimulai dari hal-hal sederhana di lingkungan sekolah. Ia juga menyoroti peran strategis Pramuka dalam menanamkan nilai konservasi dan kepedulian terhadap alam sejak dini.
Sementara itu, Chairiani Zuhra menegaskan bahwa isu lingkungan tidak dapat dipisahkan dari isu sosial. Ia mendorong generasi muda untuk terlibat dalam gerakan kerelawanan dan berani mengambil aksi nyata, bukan sekadar berhenti pada wacana.
Pada sesi inti, kedua narasumber berbagi pengalaman terkait langkah-langkah kecil yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik, hingga mengajak lingkungan sekitar untuk lebih peduli tanpa terkesan menggurui. Diskusi menekankan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Di akhir kegiatan, Nyanyak Marawan Putri menyampaikan refleksi yang menggambarkan bumi sebagai rumah bersama yang harus dijaga. Ia mengajak generasi muda menjadikan setiap langkah kecil sebagai bentuk kepedulian sekaligus “surat cinta” bagi masa depan bumi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran generasi muda Aceh terhadap isu lingkungan semakin meningkat, serta mendorong lahirnya aksi nyata yang berkelanjutan. Kolaborasi antar komunitas ini menjadi contoh bahwa ruang diskusi publik dapat menjadi sarana edukasi yang efektif dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. (XRQ)
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News



