NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengingatkan seluruh petugas haji di Aceh untuk taat dan patuh terhadap regulasi dalam menjalankan tugas, khususnya dalam menjamin keselamatan dan keamanan jemaah selama berada di Tanah Suci.
Hal tersebut disampaikan Inspektur Wilayah III (Irwil) Kemenhaj, Mulyadi Nurdin, usai memberikan pembekalan kepada petugas haji embarkasi Banda Aceh, Jumat (24/4/2026).
“Seluruh petugas haji di dalam negeri maupun di Arab Saudi harus komit menjalankan semua regulasi demi terwujudnya keselamatan dan pelayanan bagi jemaah haji,” kata Mulyadi.
Ia menyebutkan, Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar terhadap aspek keselamatan jemaah haji. Dalam hal ini, petugas haji memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan.
Selain itu, Menteri Haji dan Umrah, Gus Irfan Yusuf, juga menekankan pentingnya menjadikan kesehatan jemaah sebagai prioritas utama guna menekan angka kematian jemaah haji Indonesia.
Kemenhaj, lanjut Mulyadi, akan memperketat standar istitha’ah atau kemampuan kesehatan jemaah pada musim haji 2026. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari evaluasi terhadap tingginya angka kematian jemaah pada musim haji sebelumnya.
“Sesuai instruksi Menteri Haji dan Umrah kita harus memastikan bahwa negara hadir untuk menjamin keamanan dan keselamatan calon jemaah haji Indonesia,” jelasnya.
“Untuk itu seluruh petugas terutama di embarkasi harus serius dalam memonitor dan memberikan pelayanan kesehatan kepada jemaah haji,” lanjut Mulyadi.
Ia juga mengingatkan bahwa tugas petugas haji bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan bagian dari ibadah dan misi suci yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, sebagaimana arahan Wakil Menteri Dahnil Anzar Simanjuntak.
Menurutnya, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi memiliki tanggung jawab besar dalam melayani jemaah selama berada di asrama haji sebelum keberangkatan, mulai dari verifikasi dokumen paspor dan visa, layanan kesehatan, pembagian gelang identitas, bimbingan manasik, hingga pengaturan transportasi dan katering.
“Mereka memastikan jamaah siap terbang dalam kondisi aman, tertib, dan nyaman,” ujarnya.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News



