Kunjungan Perpustakaan Aceh Capai 239 Ribu Orang Sepanjang 2025

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA) mencatat jumlah pengunjung perpustakaan sepanjang tahun 2025 mencapai 239.610 orang.

Sementara itu, pada triwulan pertama tahun 2026, yakni Januari hingga Maret, jumlah kunjungan telah menembus 59.795 orang. Angka ini menunjukkan tren positif peningkatan minat masyarakat terhadap layanan perpustakaan.

Mengutip Dialeksis.com, Kepala Bidang Layanan, Otomasi, dan Kerja Sama Perpustakaan DPKA, Diaz Furqan, menyebut capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi.

“Jika melihat tren saat ini, kami optimistis jumlah pengunjung di tahun 2026 akan kembali meningkat. Baru tiga bulan saja sudah hampir menyentuh 60 ribu pengunjung,” ujar Diaz di Banda Aceh, Senin (6/4/2026).

Menurut Diaz, peningkatan jumlah kunjungan tidak terlepas dari berbagai inovasi layanan yang dilakukan DPKA, mulai dari digitalisasi koleksi, penyediaan ruang baca yang nyaman, hingga penyelenggaraan kegiatan literasi yang melibatkan pelajar dan masyarakat umum.

Selain dari sisi kunjungan, tingkat kegemaran membaca masyarakat Aceh juga menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Pada tahun 2025, tingkat kegemaran membaca tercatat sebesar 59,23 persen, yang mencerminkan lebih dari separuh masyarakat Aceh memiliki ketertarikan terhadap aktivitas membaca.

Diaz menjelaskan, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, komunitas literasi, hingga peran keluarga dalam menumbuhkan budaya baca sejak dini.

“Minat baca tidak bisa tumbuh secara instan. Ini hasil kerja bersama. Kami terus mendorong agar perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang belajar, diskusi, dan pengembangan kreativitas,” katanya.

Ke depan, DPKA menargetkan peningkatan kualitas layanan berbasis teknologi serta memperkuat kemitraan dengan berbagai lembaga untuk memperluas dampak gerakan literasi di Aceh.

“Harapannya, perpustakaan bisa menjadi pusat pengetahuan yang hidup dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” tutup Diaz.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

spot_img
spot_img

Read more

Local News