NUKILAN.ID | JAKARTA – Pemerintah Aceh menandatangani kelanjutan kerja sama pengelolaan kapal penyeberangan KMP Aceh Hebat 1 dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Penandatanganan dilakukan Kepala Dinas Perhubungan Aceh, T. Faisal ST, MT, bersama Direktur Operasi dan Transformasi ASDP, Rio Theodore Natalianto Lasse, di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Kerja sama ini menjadi momentum bagi Pemerintah Aceh untuk mendorong peningkatan kualitas layanan penyeberangan, termasuk penerapan sistem tiket elektronik (e-ticketing) secara menyeluruh, khususnya pada lintas barat selatan Aceh. Langkah ini dinilai penting guna menciptakan pelayanan yang lebih modern, tertib, transparan, dan akuntabel, sekaligus menjawab dinamika yang terjadi pada masa angkutan lebaran lalu.
“Kami mendorong penerapan e-ticketing secara menyeluruh, terutama di lintas barat selatan. Ini penting agar pelayanan lebih tertib, transparan, dan mampu mengurangi antrean penumpang di pelabuhan,” ujar Asisten II Sekda Aceh, T. Robby Irza.
Dorongan tersebut juga menjadi respons atas antrean panjang dan penumpukan penumpang akibat sistem penjualan tiket manual, terutama pada lintasan menuju Simeulue yang mengalami lonjakan signifikan. Dengan e-ticketing, proses pelayanan diharapkan lebih efisien, mengurangi antrean, dan memberi kepastian jadwal keberangkatan bagi masyarakat.
Gubernur Aceh yang diwakili Robby Irza menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar kontrak administratif, melainkan langkah strategis memperkuat konektivitas wilayah, khususnya daerah kepulauan dan kawasan terluar yang menjadi prioritas pembangunan Aceh.
“Konektivitas bukan hanya soal transportasi, tetapi juga menyangkut akses ekonomi, pelayanan publik, dan keadilan pembangunan bagi seluruh masyarakat Aceh,” ujar Robby.
Pemerintah Aceh saat ini memiliki sejumlah armada penyeberangan, antara lain KMP Aceh Hebat 1 (lintasan Calang–Sinabang), KMP Aceh Hebat 2 (Ulee Lheue–Balohan Sabang), dan KMP Aceh Hebat 3 (Singkil–Pulau Banyak). Robby menekankan bahwa pengelolaan aset daerah harus profesional dan produktif, tidak hanya memberikan layanan publik optimal, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kami ingin agar aset yang dimiliki Pemerintah Aceh dapat dikelola secara optimal, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Robby.
Pemerintah Aceh juga mendorong optimalisasi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), pengembangan kawasan pelabuhan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, dan pemberdayaan tenaga kerja lokal, baik di darat maupun di atas kapal.
“Kerja sama ini harus memberi dampak luas, tidak hanya pada layanan transportasi, tetapi juga pada pembukaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi masyarakat,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Aceh, T. Faisal.
Faisal menegaskan KMP Aceh Hebat 1 tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga penggerak ekonomi wilayah kepulauan. “Transportasi penyeberangan ini merupakan urat nadi bagi masyarakat kepulauan. Dengan layanan yang baik dan terjadwal, aktivitas ekonomi, distribusi barang, dan sektor pariwisata bisa tumbuh,” katanya.
Ia juga menekankan penyesuaian pola operasional kapal sesuai kebutuhan masyarakat, terutama pada periode lonjakan penumpang seperti akhir pekan dan musim libur. “Simeulue ini salah satu destinasi wisata unggulan. Saat akhir pekan biasanya terjadi peningkatan jumlah penumpang. Kami minta pola operasi kapal bisa menyesuaikan, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terlayani dengan baik,” ujar Faisal.
Direktur Operasi dan Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Rio Theodore Natalianto Lasse, menyampaikan komitmen meningkatkan kualitas layanan transportasi laut bagi masyarakat. “Pelayanan transportasi merupakan kebutuhan masyarakat dalam menghubungkan berbagai wilayah. ASDP hadir dan akan terus berupaya meningkatkan layanan yang ada,” ujar Rio.
Rio menegaskan pihaknya akan menjaga kepercayaan Pemerintah Aceh dengan memberikan pelayanan terbaik, merawat kapal dengan baik, serta memenuhi bahkan melebihi ekspektasi pemerintah dan masyarakat. Ia juga meminta seluruh kru kapal menjaga aset pemerintah dengan baik dan menjalankan operasional sesuai standar.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano; Direktur SDM & Layanan Korporasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ardhie Ekapaty; Direktur Teknik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Nana Sutisna; General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Singkil, Rachmadian Adha; Kepala Bidang Pengelolaan Aset Badan Pengelolaan Keuangan Aceh, M. Hidayatullah; Sekretaris Dinas Perhubungan Aceh, T. Rizki Fadhil; serta Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan Aceh, Muhammad Alqadri.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News



