NUKILAN.ID | BIREUEN – Bupati Bireuen, H. Mukhlis ST, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya seorang prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon.
Prajurit tersebut adalah Praka Farizal Rhomadhon (28), personel Satgas Yonmek TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-S UNIFIL, yang meninggal dunia dalam insiden penyerangan di Distrik Marjayoun, Lebanon Selatan.
Menanggapi kabar duka itu, H. Mukhlis mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam, sekaligus mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. Ia juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan.
“Kami atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bireuen menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Praka Farizal, kita mendo’akan semoga almarhum mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi ketabahan,” ujarnya.
Diketahui, almarhum meninggalkan seorang istri, Fafa Nur Azila (25), dan seorang anak perempuan, Shanaya Almahyra Elshanu (2), yang saat ini tinggal di asrama Kompi Markas Yonif 113/JS di Bireuen.
Mukhlis menyebut, peristiwa tersebut menjadi duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bireuen, kata dia, siap memberikan perhatian kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Kami mengutuk keras tindakan penyerangan terhadap prajurit yang menjalankan misi perdamaian, mereka menjalankan tugas menjaga perdamaian dan seharusnya dilindungi oleh semua pihak,” tegasnya.
Selain pemerintah daerah, berbagai elemen masyarakat juga turut menyampaikan rasa duka atas insiden tersebut.
Sebelumnya, prajurit TNI tersebut dilaporkan meninggal dunia akibat insiden yang diduga terkait serangan artileri di kawasan Adshit Al-Qusayr, Lebanon Selatan, pada Kamis malam waktu setempat.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, turut mengecam keras insiden tersebut. Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta pemerintah Indonesia.
“Saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, teman dan kolega penjaga perdamaian yang meninggal serta kepada Indonesia,” ungkap Guterres.
Farizal Rhomadhon yang lahir di Kulon Progo, Yogyakarta, pada 3 Januari 1998, direncanakan akan segera dipulangkan ke Indonesia. Namun, lokasi pemakaman masih menunggu keputusan pihak keluarga, mengingat istri dan anaknya berada di Bireuen.
Pihak UNIFIL dalam pernyataan resminya juga membenarkan adanya satu personel yang tewas akibat serangan di wilayah tersebut, serta satu lainnya dalam kondisi kritis. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Hizbullah di Lebanon Selatan.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News







