NIKILAN.ID | BANDA ACEH — Program pasar murah serentak yang digelar Pemerintah Aceh mendapat sambutan tinggi dari masyarakat. Dalam dua hari pelaksanaan, nilai subsidi yang terserap telah mencapai Rp2,3 miliar, menunjukkan tingginya kebutuhan warga terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau.
Data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh mencatat, komoditas beras menjadi yang paling banyak diburu masyarakat. Ratusan ton beras telah tersalurkan melalui berbagai titik pasar murah di 23 kabupaten/kota di Aceh.
Selain beras, sejumlah bahan pokok lain seperti gula pasir, minyak goreng, dan telur ayam juga laris dibeli warga. Selisih harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar membuat masyarakat memanfaatkan program ini untuk menghemat pengeluaran rumah tangga.
Kepala Disperindag Aceh, T. Adi Darma, mengatakan tingginya penyerapan subsidi menunjukkan program pasar murah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Tingginya serapan subsidi mencerminkan bahwa program ini benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan pokok,” ucap Kepala Disperindag Aceh, T. Adi Darma, Minggu (15/2/2026).
Ia menjelaskan, pasar murah tidak hanya menjadi kegiatan rutin pemerintah, tetapi juga merupakan langkah intervensi untuk menjaga daya beli masyarakat serta mengendalikan inflasi di daerah.
Program pasar murah tersebut dijadwalkan berakhir pada Senin, 16 Februari 2026. Pemerintah pun mengimbau masyarakat memanfaatkan hari terakhir pelaksanaan, terlebih karena bertepatan dengan libur cuti bersama.
“Besok Senin adalah hari terakhir. Kami mengimbau warga untuk memanfaatkan momen libur cuti bersama ini dengan mendatangi titik-titik pasar murah di daerah masing-masing,” pungkas pungkas T. Adi Darma.
Petugas di seluruh lokasi pasar murah masih bersiaga guna memastikan proses distribusi bahan pokok bersubsidi berjalan tertib dan tepat sasaran hingga program berakhir. [*]







