NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar kegiatan “Benar Benar Aksi: Kolaborasi Edukasi Antikorupsi” di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Senin (9/2/2025). Program ini menjadi bagian dari upaya KPK memperkuat edukasi publik sekaligus menanamkan nilai antikorupsi sejak usia dini, khususnya bagi anak-anak yang terdampak bencana alam.
Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, mengatakan kegiatan tersebut dirancang melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif. Selain mendukung pemulihan psikososial pascabencana, program ini juga memperkenalkan nilai kejujuran, empati, dan kepedulian sosial sebagai fondasi integritas generasi mendatang.
“Kami menjalankan dua misi penting sekaligus, yakni memberikan dukungan pemulihan psikosial pascabencana, sekaligus menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak dini, terutama nilai kepedulian kepada sesama dalam merespons dampak sosial pascabencana,” kata Amir.
Sebanyak lebih dari 600 pelajar terlibat dalam kegiatan yang dilaksanakan di dua sekolah terdampak banjir bandang akhir tahun lalu, yakni SDN 1 Kuala Simpang dan Madrasah Diniyyah Takmiliyah Awaliyah Al-Ihsan. Para siswa mengikuti beragam aktivitas pemulihan psikososial melalui pendekatan ramah anak, seperti permainan edukatif, dongeng inspiratif, kegiatan kreatif, serta pendampingan psikolog.
Amir menekankan bahwa anak-anak merupakan kelompok paling rentan dalam situasi pascabencana sehingga memerlukan perhatian khusus agar dapat kembali merasa aman dan percaya diri. Ia menyebut, rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pemulihan emosi, tetapi juga menjadi sarana penanaman nilai integritas.
“Setelah ini, anak-anak harus semangat untuk kembali bersekolah agar kelak menjadi generasi yang tangguh, cerdas, peduli pada lingkungan dan menjunjung tinggi integritas,” jelas Amir.
Dalam pelaksanaannya, KPK menggandeng sejumlah mitra, antara lain Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan Provinsi Aceh, Human Initiative, Asosiasi Psikolog Sumut, Komunitas Penyuluh Antikorupsi (KOMPAK) Sumut, Saya Perempuan Antikorupsi (SPAK), Komunitas Medan Membaca, Masyarakat Transparansi (MaTa) Aceh, dan Gerakan Antikorupsi (Gerak) Aceh.
Kolaborasi lintas komunitas tersebut melibatkan relawan yang bergabung secara sukarela dalam misi kemanusiaan dan edukasi antikorupsi. KPK berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk peduli terhadap lingkungan dan menjauhi praktik korupsi demi masa depan yang lebih baik.


