Kebakaran Lahan Gambut di Aceh Barat Sulit Dipadamkan Akibat Angin Kencang

Share

NUKILAN.ID | MEULABOH – Cuaca panas disertai angin kencang menghambat proses pemadaman kebakaran lahan gambut yang terjadi di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh. Hingga Minggu (25/1/2026) malam, luas lahan yang terbakar dilaporkan mencapai sekitar 18 hektare dan tersebar di dua kecamatan, yakni Johan Pahlawan dan Meureubo.

Kebakaran lahan gambut terpantau di sejumlah titik di Kecamatan Johan Pahlawan, terutama di Desa Suak Raya, Desa Suke, dan Desa Lapang. Sementara itu, di Kecamatan Meureubo, api terdeteksi di wilayah Alpen, Desa Ujong Tanoh Darat, serta Desa Pasi, Aceh Tenong.

Kondisi lahan gambut yang kering akibat cuaca panas dalam beberapa pekan terakhir memperparah situasi. Api sulit dipadamkan karena merambat hingga ke kedalaman sekitar lima meter di bawah permukaan tanah, sehingga menyulitkan proses pemadaman secara menyeluruh.

Upaya pemadaman terus dilakukan oleh petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta dibantu masyarakat setempat. Namun, keterbatasan peralatan dan karakteristik gambut yang mudah menyimpan bara api membuat proses pemadaman berjalan lambat.

Selain merusak lahan, kebakaran tersebut juga menimbulkan kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah dan berpotensi mengganggu kesehatan warga.

Kepala BPBD Aceh Barat, Ronald Nehdiansyah, mengakui angin kencang menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman kebakaran lahan gambut tersebut.

“Angin ini sangat menyulitkan kita untuk melakukan pemadaman. Karena kadang-kadang kita sudah berhasil memadamkan di permukaan tapi di dalam belum tentu padam. Dan itu sulit untuk mendeteksi sifat gambut seperti bara api. Semakin dalam gambut itu semakin sulit untuk mengetahui apakah di bawah tanah itu sudah padam atau belum,” ujarnya.

Hingga saat ini, petugas masih terus melakukan upaya pemadaman guna mencegah meluasnya kebakaran serta mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat.

Read more

Local News