Calon Rektor USK Diminta Maksimalkan Career Center Jika Terpilih

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Syiah Kuala (USK) resmi menetapkan tiga besar calon rektor dalam rapat yang digelar pada Senin (12/1/2026). Ketiganya adalah Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU, Prof. Dr. Ir. Marwan, dan Prof. Dr. Mirza Tabrani.

Penetapan ini menjadi tonggak penting dalam rangkaian pemilihan rektor USK periode mendatang, sekaligus menjadi dasar bagi panitia untuk melanjutkan proses seleksi hingga tahap akhir penentuan rektor terpilih.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor (PPR) USK, Prof. Dr. Rusli Yusuf, M.Pd., membenarkan bahwa seluruh proses penjaringan telah berjalan sesuai dengan tata kerja yang ditetapkan oleh MWA. Ia juga menyampaikan bahwa tahapan pemilihan rektor selanjutnya dijadwalkan berlangsung pada Februari 2026.

Di tengah bergulirnya proses demokrasi kampus tersebut, perhatian publik—termasuk alumni—mulai tertuju pada arah kepemimpinan USK ke depan, terutama terkait kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap pengembangan sumber daya manusia Aceh.

Menanggapi hal itu, Nukilan.id menghubungi Ketua Ikatan Alumni Ilmu Pemerintahan Universitas Syiah Kuala, T. Auliya Rahman. Ia menilai, rektor terpilih nantinya perlu membangun hubungan yang lebih terintegrasi antara kampus dan alumni, bukan sekadar hubungan simbolik, melainkan kerja sama yang berdampak langsung bagi lulusan dan masyarakat.

Auliya menekankan bahwa salah satu pintu masuk strategis integrasi tersebut adalah dengan memaksimalkan peran pusat karier kampus, yang menurut pengamatannya masih belum berjalan optimal. Ia menyoroti masih inkonsistennya informasi lowongan kerja yang tersedia bagi alumni dan mahasiswa.

“Agar integrasi ini terjalin, kampus bisa membantu mencarikan peluang kerja dengan memaksimalkan career center. Di USK sudah ada UPT CDC, Career Development Center yang seharusnya bisa proaktif mencarikan peluang kerja,” ujarnya pada Kamis (15/1/2026).

Menurutnya, upaya tersebut perlu diperkuat dengan agenda yang lebih sistematis dan berkelanjutan, salah satunya melalui kegiatan yang mempertemukan langsung dunia pendidikan dan dunia kerja.

“Kemudian menyelenggarakan job fair, ini sudah mulai ada,” tambahnya.

Lebih jauh, sebagai bagian dari komunitas alumni, Auliya berharap para calon rektor tidak hanya berbicara visi besar, tetapi juga menyampaikan komitmen konkret sebelum mereka terpilih, khususnya terkait peran USK dalam pembangunan Aceh.

“Mereka harus komitmen agar USK kembali menunjukkan kontribusi realnya dalam pembangunan SDM Aceh, terlebih dalam pembangunan akademik dan keilmuan,” tegasnya.

Ia menilai, sudah saatnya perguruan tinggi terbesar di Aceh itu keluar dari orientasi capaian administratif semata dan lebih berpihak pada dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

“Kampus sudah seharusnya tidak lagi lalai dengan target-target atau capaian yang hanya bernilai di atas kertas, namun nihil keberadaannya di masyarakat,” tutup Auliya.

Dengan proses pemilihan rektor yang masih berjalan, harapan alumni tersebut menjadi pengingat bahwa kepemimpinan USK ke depan bukan hanya soal tata kelola kampus, tetapi juga tentang bagaimana universitas hadir secara nyata dalam menjawab kebutuhan zaman dan daerah. (XRQ)

Reporter: AKIL

Read more

Local News