NUKILAN.ID | Meulaboh — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat bersama DPRK Aceh Barat melakukan audiensi dengan DPR Aceh pada Selasa (6/1/2026). Pertemuan tersebut difokuskan pada pembahasan kebutuhan anggaran untuk percepatan penyelesaian pembangunan Rumah Sakit Regional Meulaboh.
Audiensi itu dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM, Wakil Bupati Said Fadheil SH, Sekda, Asisten II, Ketua DPRK dan Wakil Ketua DPRK, Komisi IV DPRK, Kepala Dinas Kesehatan, manajemen serta Ketua Dewan Pengawas RSUD Cut Nyak Dhien. Dari pihak DPR Aceh hadir Ketua dan Wakil Ketua DPRA, Komisi V, para ketua fraksi, Sekwan, serta perwakilan Dinas Kesehatan Aceh.
Bupati Tarmizi menyampaikan bahwa pada tahun 2026 belum tersedia alokasi anggaran untuk pembangunan Rumah Sakit Regional Aceh Barat. Karena itu, pihaknya meminta dukungan penuh DPRA agar pembangunan rumah sakit tersebut tetap dapat dilanjutkan pada tahun ini.
“Rumah Sakit Regional dilahirkan pada masa Mualem menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh, dan juga menjadi program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur periode ini, bahkan masuk dalam 9 program cepat gubernur,” kata Tarmizi.
Ia menargetkan, Rumah Sakit Regional Aceh Barat dapat diresmikan pada tahun 2028. Untuk merealisasikan target tersebut, dibutuhkan anggaran sebesar Rp80 miliar pada tahun 2026, kemudian dilanjutkan dengan skema multiyears pada tahun 2027 dan 2028 dengan kebutuhan dana sekitar Rp150 miliar.
“Jika sudah diresmikan dan diserahterimakan ke daerah, maka akan menjadi kewajiban daerah untuk mencari sumber anggaran,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu, pimpinan DPRA, pimpinan fraksi, dan Komisi V DPRA menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan penganggaran serta menyelesaikan pembangunan Rumah Sakit Regional Aceh Barat.
“Kita juga berharapnya agar Rumah Sakit Regional Aceh Barat bisa diresmikan pada tahun 2028 sebelum berakhirnya masa pemerintahan Gubernur Mualem dan Wakil Gubernur Dak Fad,” tutur Tarmizi.
Sebagai tindak lanjut audiensi tersebut, dalam waktu dekat pimpinan DPRA akan menemui Gubernur Aceh Mualem untuk membahas kelanjutan pembangunan Rumah Sakit Regional Aceh Barat.



