Prabowo Perintahkan Operasi Rekayasa Besar Pulihkan Sungai Aceh, Lumpur Bencana Berpeluang Dijual

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pelaksanaan operasi rekayasa berskala besar untuk memulihkan kondisi Aceh pascabencana banjir bandang dan longsor yang terjadi sejak akhir November 2025. Perintah tersebut disampaikan dalam rapat terbatas bersama sejumlah kementerian dan lembaga di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).

Dalam rapat itu, Prabowo menyetujui rencana normalisasi sungai-sungai di Aceh yang akan dilakukan mulai dari muara melalui jalur laut. Menanggapi usulan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Prabowo menegaskan bahwa pekerjaan ini merupakan proyek teknik berskala besar.

“Baik, saya kira ini ya sudahlah, kita bikin operasi besar saja, ya kan? This is a big, big engineering operation. Tapi intinya saya sangat setuju ya,” ujar Prabowo.

Presiden menekankan bahwa normalisasi sungai membutuhkan koordinasi lintas kementerian, keahlian teknik khusus, serta keterlibatan berbagai pihak, termasuk TNI, pemerintah daerah, BUMN karya, Kementerian PUPR, fakultas teknik, hingga perusahaan-perusahaan besar dunia yang berpengalaman di bidang rekayasa dan pengerukan.

“Saya kira silakan Menteri Pertahanan dan TNI koordinasi sama gubernur-gubernur ya. Silakan cari, bicara dengan ahli-ahli engineering ya, dari mungkin dari BUMN karya, dari PU dan juga dari fakultas-fakultas teknik kalau perlu dari perusahaan-perusahaan besar di dunia yang mampu membuat engineering work,” kata Prabowo.

Ia juga mengingatkan pentingnya melibatkan perusahaan-perusahaan yang memiliki keahlian dalam dredging atau pengerukan, terutama yang biasa menangani proyek-proyek pelabuhan.

“Ini kan engineering work skala besar ya, jadi dredging (pengerukan). Ada perusahaan-perusahaan besar yang punya keahlian di bidang ini, dredging untuk pelabuhan dan sebagainya,” ujarnya.

Selain fokus pada pemulihan sungai, Prabowo mengungkapkan adanya minat pihak swasta untuk membeli lumpur sisa bencana yang mengendap di sungai, sawah, dan kawasan permukiman. Informasi tersebut ia peroleh dari laporan para kepala daerah.

“Gubernur melaporkan ke saya ada pihak-pihak swasta yang tertarik, dia bisa manfaatkan lumpurnya di mana-mana, jadi tidak hanya di sungai, tapi yang di sawah dan sebagainya. Silakan, ini saya kira bagus sekali. Jadi tolong ini didalami dan kita laksanakan, ya,” ujar Prabowo.

Menurutnya, jika lumpur tersebut dimanfaatkan dan dijual kepada pihak swasta, hasilnya dapat memberikan manfaat langsung bagi daerah.

“Nanti juga bermanfaat itu kalau bisa lumpurnya kalau ada swasta mau beli, ya monggo silakan, langsung dinikmati oleh daerah-daerah, ya kan? Benar, enggak? Gubernur, Bupati ada semangat sedikit, ya, kalau tahu begitu,” kata Prabowo.

Menutup arahannya, Prabowo meminta seluruh jajaran pemerintah dan pemangku kepentingan mengerahkan semua kemampuan untuk mempercepat penanganan dampak bencana dan proses normalisasi sungai.

“Pokoknya kita kerahkan semua upaya kita, ya, jadi jangan salah,” tegasnya.

Read more

Local News