NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam rangka menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut, Bank Indonesia Provinsi Aceh menggelar Sosialisasi-Edukasi QRIS dan Pelindungan Konsumen (PK) dengan melibatkan Ulama dan Dayah. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Teuku Umar, kantor BI setempat, pada Kamis (15/8/2024).
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari Pekan QRIS Nasional (PQN) 2024 Aceh yang berlangsung pada 12-18 Agustus 2024.
Kepala Bank Indonesia Provinsi Aceh, Rony Widijarto menyampaikan bahwa PQN sangat penting untuk mendorong akselerasi digitalisasi di Aceh, terutama menjelang PON.
“Kami menilai PQN ini sangat perlu di Aceh karena upaya untuk akselerasi digitalisasi menjadi penting, apalagi kita juga sebentar lagi ada PON,” kata Kepala Bank Indonesia Provinsi Aceh.
Dalam rangkaian PQN, kata Rony, berbagai kegiatan telah dilaksanakan, mulai dari kampanye dan user experience transaksi QRIS, showcasing produk UMKM, hingga seminar dan forum diskusi.
“Puncak acara PQN akan digelar pada hari Minggu 18 Agustus dengan memanfaatkan car free day untuk melakukan berbagai kegiatan kampanye QRIS, seperti senam ala QRIS dan QRIS 1 rupiah,” pungkasnya.
Selain sosialisasi QRIS, Bank Indonesia bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan perbankan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan konsumen dalam transaksi digital.
“Kita melihat selain sosialisasi terkait QRIS menjadi penting juga untuk ditingkatkan dan dioptimalkan perlindungan konsumen,” ujarnya Rony.
Sebagai provinsi dengan kekhususan Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS), Bank Indonesia juga melibatkan ulama dan dayah dalam sosialisasi QRIS. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa digitalisasi pembayaran sejalan dengan nilai-nilai agama dan budaya masyarakat Aceh.
“Bank Indonesia mendorong digitalisasi itu ke semua perbankan, karena di Aceh itu ada qanun LKS dan daerah syariah, kami melihat sangat bagus melibatkan ulama,” tandasnya.
Reporter: Rezi



