Nukilan.id – Data terkait tenaga kesehatan di Kabupaten Aceh Singkil memperlihatkan angka yang masih terbilang rendah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2022 tercatat jumlah perawat sebanyak 459 orang, bidan 405 orang, dan tenaga farmasi hanya 58 orang.
Menyikapi permasalahan ini, Penjabat (Pj) Bupati Aceh Singkil, Azmi menyampaikan, untuk tenaga kesehatan sudah mengalami peningkatan dari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dari tenaga kesehatan.
“Untuk tenaga kesehatan sudah bertambah, baru baru ini ada penambahan yang baru lulus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tenaga kesehatan,” kata Azmi saat diwawancarai Nukilan, Sabtu (12/8/2023).
Azmi menjelaskan, sejalan dengan perkembangan tersebut, pada tanggal 15 Juni 2023, status Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Aceh Singkil diubah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Langkah ini diambil dengan harapan pengelolaan rumah sakit dapat lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Melalui BLUD ini kita akan berkolobrasi, mengawal, membina, sehingga pelayanan untuk di rumah sakit umum kita lebih maksimal,” ujarnya.
Azmi juga meminta dukungan kepada Pemerintah Aceh guna memperbaiki layanan kesehatan di daerah tersebut. Fokus utama adalah penambahan tenaga medis dan peralatan medis yang memadai seperti ambulan laut, juga menjadi prioritas, terutama untuk daerah kepulauan, agar pelayanan medis dapat lebih cepat dijangkau.
“Tidak hanya tenaga medis dan peralatan, akses jalan juga menjadi faktor krusial dalam meningkatkan konektivitas antara kabupaten, kecamatan, dan desa. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa akses cepat dan mudah tersedia saat penduduk membutuhkan pertolongan medis mendesak,” pungkasnya. [Rjf]

