Thursday, 15 October 2026 Banda Aceh 29°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Daerah

Kualitas Udara Banda Aceh Berada di Level Sedang di Tengah Sebaran Asap Karhutla

Tangkapan layar kualitas udara di Kota Banda Aceh pada situs iqair.com. (Foto: Tangkapan layar/Nukilan)
Tangkapan layar kualitas udara di Kota Banda Aceh pada situs iqair.com. (Foto: Tangkapan layar/Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kualitas udara di Kota Banda Aceh tercatat berada pada kategori sedang dengan indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) sebesar 58 pada Kamis (15/10/2026) pukul 07.00 WIB.

Pantauan Nukilan.id, data IQAir menunjukkan partikel halus PM2.5 menjadi polutan utama dengan konsentrasi 12,9 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Angka tersebut menunjukkan kualitas udara masih perlu diperhatikan, terutama oleh kelompok sensitif seperti anak-anak, lanjut usia, serta orang yang memiliki asma atau penyakit jantung.

Berdasarkan data cuaca yang dirujuk dari IQAir, suhu udara di Banda Aceh mencapai 28 derajat Celsius, dengan kecepatan angin 6 kilometer per jam dan kelembapan udara 73 persen.

IQAir menyarankan kelompok sensitif mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Masyarakat juga dapat menutup jendela untuk mengurangi masuknya udara luar yang tercemar, menggunakan masker saat berada di luar ruangan, serta mengoperasikan alat pemurni udara jika tersedia.

PM2.5 merupakan partikel polutan berdiameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil. Ukurannya yang sangat halus memungkinkan partikel tersebut masuk jauh ke dalam saluran pernapasan sehingga menjadi salah satu parameter penting dalam pemantauan kualitas udara.

Meski demikian, kategori AQI sedang tidak berarti seluruh masyarakat harus menghentikan aktivitas di luar ruangan. Kelompok sensitif tetap perlu memperhatikan kondisi udara dan menyesuaikan aktivitas ketika tingkat polusi meningkat.

Masyarakat dapat memantau perkembangan kualitas udara dan prakiraan tujuh hari untuk Banda Aceh melalui laman IQAir di https://www.iqair.com/id/air-quality/indonesia/aceh/banda-aceh.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi kabut asap yang menyelimuti Aceh berasal dari sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebaran tersebut terpantau melalui citra satelit Himawari-9.

Berdasarkan pemantauan citra satelit pada 14 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB, asap terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Di Sumatera, sebaran asap terpantau di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, dan Lampung.

Sementara di Kalimantan, wilayah yang terdeteksi terdampak sebaran asap meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Kondisi tersebut menjadi konteks penting dalam pemantauan kualitas udara di Aceh. Namun, angka AQI Banda Aceh sebesar 58 dan konsentrasi PM2.5 sebesar 12,9 µg/m³ merupakan data pengukuran IQAir, sedangkan informasi sebaran asap merupakan hasil pemantauan satelit BMKG pada waktu yang disebutkan.

Karena kualitas udara dapat berubah, masyarakat diimbau memeriksa pembaruan indeks kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. (XRQ)

Update  berita lainnya di Nukilan.id dan Google News