Saturday, 10 October 2026 Banda Aceh 28°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Edukasi

Mahasiswa Biosains Hewan UTU Pelajari Ekosistem Fauna Tropis di Mangrove Aceh Jaya

Mahasiswa angkatan pertama Program Studi Biosains Hewan, Fakultas Pertanian, Universitas Teuku Umar (UTU), bersama tim dosen melakukan pengamatan langsung terhadap ekosistem pesisir di Aceh Jaya Mangrove Institute (AMI), Kamis (8/10/2026). (FOTO: HUMAS ACEH)
Mahasiswa angkatan pertama Program Studi Biosains Hewan, Fakultas Pertanian, Universitas Teuku Umar (UTU), bersama tim dosen melakukan pengamatan langsung terhadap ekosistem pesisir di Aceh Jaya Mangrove Institute (AMI), Kamis (8/10/2026). (FOTO: HUMAS ACEH)

NUKILAN.ID | CALANG – Mahasiswa angkatan pertama Program Studi Biosains Hewan, Fakultas Pertanian, Universitas Teuku Umar (UTU), bersama tim dosen melakukan pengamatan langsung terhadap ekosistem pesisir di Aceh Jaya Mangrove Institute (AMI), Kamis (8/10/2026).

Kegiatan lapangan tersebut juga diisi dengan penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama (SPK) untuk memperluas peluang kolaborasi dalam penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya di bidang pengelolaan sumber daya fauna tropis.

Kunjungan ini menjadi bagian dari pembelajaran mata kuliah Pengantar Biosains Hewan yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar langsung di alam terbuka. Kerja sama dengan AMI, lembaga penerima penghargaan Kalpataru 2026, juga diarahkan untuk mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Fakultas Pertanian UTU serta mewujudkan visi UTU Gemilang.

Dua dosen pengampu mata kuliah, M. Farhan Putra Emil, M.Si., dan Zahra Rodliyatam Mardliyah, M.Si., turut mendampingi mahasiswa saat melakukan pengamatan di kawasan vegetasi mangrove. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak menghubungkan teori yang dipelajari di kelas dengan kondisi lapangan, termasuk interaksi antara fauna, tumbuhan, dan aktivitas masyarakat di wilayah pesisir.

Agenda diawali dengan kunjungan ke Kawasan Ekowisata Mangrove Aceh Jaya. Di lokasi tersebut, mahasiswa mengamati keanekaragaman fauna pesisir. Rombongan kemudian melanjutkan kegiatan ke area nurseri AMI untuk mempelajari proses pembibitan dan tahapan penyemaian tanaman mangrove.

Direktur Aceh Jaya Mangrove Institute, Abdul Hadi, S.Pd., memimpin diskusi mengenai perkembangan dan tantangan konservasi kawasan mangrove. Abdul Hadi, yang juga merupakan pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Aceh, menjelaskan strategi pemanfaatan kawasan secara berkelanjutan ketika mendampingi rombongan berkeliling kawasan wisata Ujong Krueng.

“Kawasan mangrove ini berfungsi sebagai laboratorium alami. Kolaborasi dengan perguruan tinggi menghubungkan teori akademis dengan praktik nyata pengelolaan sumber daya alam,” ujar Abdul Hadi.

Setelah kegiatan pengamatan, para peserta mengikuti sarasehan untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai pengelolaan ekosistem pesisir. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen kerja sama dan diakhiri dengan makan siang bersama di kawasan pesisir Pantai Ujong Pusong.

Ketua Jurusan Biosains Hewan UTU, Fajar Okta Widarta, M.Pd., mengatakan pengalaman belajar secara langsung di lapangan menjadi langkah awal yang penting untuk mengembangkan program penelitian dan konservasi bersama.

“Kerja sama ini memperluas ruang belajar mahasiswa. Pengalaman langsung di habitat fauna tropis menjadi modal penting dalam menyiapkan lulusan yang paham cara mengelola ekosistem secara berkelanjutan,” tutup Fajar.

Update  berita lainnya di Nukilan.id dan Google News