NUKILAN.ID | MEULABOH – Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan menggelar Gerakan Panen Raya Padi di Desa Padang Mancang, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, Selasa (22/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat produksi pangan sekaligus mendukung pemulihan sektor pertanian setelah bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada akhir 2025.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azanuddin Kurnia, yang mewakili Gubernur Aceh, mengatakan swasembada pangan menjadi agenda strategis bagi Aceh, terutama di tengah proses pemulihan lahan pertanian dan perekonomian masyarakat yang terdampak bencana.
“Bagi Aceh, agenda swasembada pangan memiliki arti yang sangat strategis apalagi kita masih terus melakukan pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada akhir November 2025,” ucapnya.
Azanuddin menyebutkan bencana hidrometeorologi tersebut berdampak pada 57.364 hektare lahan sawah dengan tingkat kerusakan mulai dari ringan hingga berat. Sekitar 125 hektare lahan sawah bahkan dilaporkan hilang akibat bencana sehingga berdampak terhadap aktivitas dan pendapatan petani.
Untuk mempercepat pemulihan, Pemerintah Aceh bersama pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota melakukan sejumlah langkah, termasuk menyalurkan bantuan benih padi dan jagung serta memperbaiki saluran irigasi yang rusak.
Sementara itu, Bupati Aceh Barat Tarmizi mengatakan peningkatan produktivitas pertanian, terutama tanaman padi, sangat bergantung pada ketersediaan air. Selama ini, sebagian besar lahan pertanian di daerah tersebut masih mengandalkan sistem tadah hujan.
“Hari ini bicara pertanian itu bicara air, jadi semuanya mengandalkan tadah hujan. Yang kita sedang perjuangkan adalah sekarang Irigasi Lhok Guci, irigasi Lhok Guci jika selesai nantinya bisa mengaliri air sawah 12.700 hektare sawah,” ucapnya.
Tarmizi menjelaskan pembangunan Irigasi Lhok Guci nantinya ditargetkan mampu mengairi lahan persawahan yang tersebar di delapan kecamatan di Aceh Barat. Pemerintah kabupaten masih membutuhkan dukungan anggaran sekitar Rp2,3 triliun untuk merealisasikan pembangunan tersebut.
Menurutnya, penyelesaian pembangunan Irigasi Lhok Guci dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap curah hujan.
Gerakan Panen Raya Padi di Desa Padang Mancang diharapkan menjadi bagian dari penguatan produksi pangan di Aceh Barat. Pemerintah daerah juga mendorong kolaborasi antara pemerintah dan petani agar ketahanan pangan dapat berjalan seiring dengan pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

