NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Komunitas Saleum akan menggelar pertunjukan Seudati Tunang dalam rangkaian kegiatan Pentas Budaya Sudut Kota di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, pada 11 September 2026.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Tradisi Lestari, Budaya Bangkit” dan mendapat dukungan Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2026. Selain pertunjukan seni tradisional Aceh, kegiatan juga mencakup workshop seni tradisional yang dilaksanakan di Kabupaten Pidie dan Kota Banda Aceh.
Ketua Komunitas Saleum, Imam Juaini, mengatakan penyelenggaraan Seudati Tunang merupakan bagian dari upaya memperkenalkan kembali salah satu tradisi dalam kesenian Seudati yang kini semakin jarang digelar.
“Seudati Tunang sudah jarang diadakan di tengah masyarakat. Karena itu, kami ingin mengangkat kembali tradisi ini, terutama agar generasi muda mengenal dan ikut menjaga keberlangsungannya,” kata Imam kepada Nukilan, Senin (7/9/2026).
Dalam pertunjukan tersebut, Seudati Komunitas Saleum akan berhadapan dengan Seudati dari Sanggar Rawali, Nagan Raya. Pertunjukan akan menampilkan Syeh Dhan Geunta dan Syeh Indismi yang saling beradu kemampuan dalam memainkan sejumlah rukun Seudati.
Konsep tunang menempatkan dua kelompok Seudati dalam satu pertunjukan dengan unsur adu kepiawaian, kelincahan gerak, serta kemampuan menyampaikan kisah melalui syair dan gerakan. Masing-masing kelompok berupaya menunjukkan kemampuan terbaik untuk mengungguli kelompok lawan dalam setiap bagian pertunjukan.
Imam mengatakan konsep tersebut dipilih untuk menghadirkan kembali bentuk pertunjukan Seudati yang memiliki nilai tradisi sekaligus menarik bagi masyarakat masa kini.
“Harapannya, Pentas Budaya Sudut Kota tidak hanya menjadi pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang untuk menjaga kesenian tradisional Aceh agar tetap hidup dan dapat mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.
Pentas Budaya Sudut Kota sebelumnya telah digelar di Lamlo, Kota Bakti, Kabupaten Pidie, pada April 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian pertama dari rangkaian program yang dilaksanakan Komunitas Saleum di dua wilayah, yakni Kabupaten Pidie dan Kota Banda Aceh.
Pada pelaksanaan di Banda Aceh, kegiatan akan berkolaborasi dengan Aceh Culinary Festival. Selain Seudati Tunang, masyarakat juga akan disuguhi sejumlah pertunjukan seni tradisional Aceh, termasuk tarian dan ca’e Aceh.
Menurut Imam, keberadaan ruang pertunjukan seperti ini penting untuk menjaga kesinambungan kesenian tradisional sekaligus mempertemukan pelaku seni dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
Ia berharap pengenalan kembali tradisi Seudati Tunang dapat mendorong lebih banyak pihak untuk mempertahankan tradisi tersebut sehingga tidak hilang seiring perubahan zaman. []
Reporter: Sammy

