Wednesday, December 7, 2022

650 Peserta Asal Aceh dan Sumut Ikut Turnamen Banteng Cup

Nukilan.id – Turnamen Badminton Banteng Cup 2022 yang diselenggarakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Aceh diikuti sebanyak 650 peserta yang berasal dari Aceh dan Sumatera Utara (Sumut), dan akan berlangsung selama 5 hari, mulai dari tanggal 18 – 22 Januari 2022.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Aceh, Muslahuddin Daud kepada Nukilan.id di sela acara pembukaan Banteng Cup 2022 di Gedung Olahraga (GOR) KONI Aceh, Selasa (18/1/2022) malam.

“Turnamen Banteng Cup ke 2 ini diikuti oleh 650 peserta, dari seluruh Aceh dan sebagian qda juga dari Sumatera Utara,” kata Muslahuddin.

Ia menjelaskan, turnamen badminton ini terdiri dari 14 partai pertandingan, mulai dari kategori pemula sampai dengan dewasa ataupun mania.

“Jadi hal yang menarik itu ada badminton mania yang usia lebih dari 50 tahun ke atas,” ungkap Muslahuddin.

Menurutnya, kegiatan turnamen seperti ini merupakan suatu ajang yang sangat baik, terutama sebagai ajang silaturahmi. Meskipun dalam suasana pandemi, masyarakat masih bisa melakukan aktivitas olahraga untuk menjaga kebugaran tubuh.

“Karena tubuh yang bugar dan sehat itu akan sulit dimasuki virus karena daya tahan tubuhnya lebih kuat,” ungkap Muslahuddin.

Lebih lanjut,, Ketua DPD PDIP Aceh turut mengucapkan selamat kepada Safaruddin, S.Sos, M.S.P yang baru terpilih secara akalmasi sebagai Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Provinsi Aceh periode 2022-2026.

“Alhamdulillah PBSI sudah ada pengurus baru, mudah-mudahan lokomotif di bawah kepemimpinan Bapak Safaruddin ini bisa membawa kejayaan bulutangkis Aceh di masa yang akan datang,” ucapnya

Selain itu, Muslahuddin juga berharap, di bawah kepemimpinan Safaruddin PBSI Aceh mampu membawa generasi muda masuk dalam seleksi nasional.

“Dan nantinya kita juga akan mengusulkan dan membuat perangkingan atlet dari hasil turnamen badminton Banteng Cup 2022 ini. Karena sistem yang kita jalankan dalam turnamen ini sistem nasional dan kita juga pakai wasit nasional,” ujarnya.

“Kita berharap ini menjadi titik awal badminton Aceh, karena besar harapan kita bibit Aceh kedepan bisa berperan di kancah nasional maupun internasional. Dan mudah-mudahan di PON Aceh-Sumut nantinya kita bisa lolos untuk mengikutinya,” pungkas Muslahuddin.

Reoporter: Hadiansyah

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img