18 Jamaah Haji Embarkasi Aceh Meninggal di Tanah Suci

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh mencatat sebanyak 18 jamaah haji asal Aceh meninggal dunia selama penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi hingga 24 Juni 2026. Mayoritas jamaah wafat akibat penyakit jantung, gangguan pernapasan, dan komplikasi penyakit penyerta.

Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, mengatakan data tersebut merupakan pembaruan hingga 24 Juni 2026. Dari total jamaah yang meninggal, sebagian besar merupakan kelompok lanjut usia yang memiliki riwayat penyakit penyerta.

“Data jamaah yang wafat terus kami perbarui. Seluruh proses penanganan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, bekerja sama dengan petugas kesehatan dan otoritas Arab Saudi,” kata Arijal kepada Nukilan.

Berdasarkan data PPIH Embarkasi Aceh, jamaah yang meninggal berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh. Data terbaru mencatat Fatimah Basyah (75), asal Kabupaten Aceh Jaya, meninggal di Rumah Sakit King Abdul Aziz, Makkah, pada 23 Juni 2026 akibat septic shock, pneumonia, chronic obstructive pulmonary disease (COPD), dan congestive heart failure (CHF).

Sebelumnya, pada 22 Juni 2026, dua jamaah juga dilaporkan meninggal dunia, yakni Aisyah Abdullah (92), asal Kabupaten Aceh Timur, yang wafat di Embarkasi Aceh akibat hipoksia serebral sebelum keberangkatan, serta Muhammad Thaib (75), asal Kabupaten Pidie Jaya, yang meninggal di Madinah akibat acute respiratory distress syndrome.

Data PPIH juga menunjukkan mayoritas jamaah yang meninggal merupakan kelompok lanjut usia. Dari 18 jamaah, usia termuda tercatat 60 tahun, sedangkan yang tertua berusia 92 tahun.

Selain jamaah, seorang petugas haji yang tergabung dalam Tim Kesehatan Haji (TKH), Dedeng Trisulo, juga dilaporkan meninggal dunia di Madinah pada 17 Juni 2026 akibat serangan jantung akut.

Arijal mengimbau seluruh jamaah yang masih berada di Arab Saudi untuk menjaga kondisi kesehatan, menghindari aktivitas fisik berlebihan, serta mematuhi arahan petugas haji, terutama mengingat cuaca ekstrem yang masih melanda Tanah Suci.

“PPIH Embarkasi Aceh terus memantau kondisi jamaah dan memastikan seluruh layanan bagi jamaah, termasuk penanganan kesehatan, berjalan secara optimal hingga seluruh rangkaian pemulangan selesai,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News