Wednesday, December 7, 2022

16 Tahun MoU Helsinki, Zaini Abdullah: Harusnya Aceh Sudah Bangkit

Nukilan.id – Gubernur Aceh periode 20212-2017 Zaini Abdullah, dalam diskusi publik “16 Tahun MoU Helsinki dan Kesejahteraan Rakyat” yang di selenggarakan Hurriah Foundation mengatakan bahwa MoU harus dijadikan landasan berfikir yang lebih subtantif untuk Aceh yang lebih baik.

“Perayaan MoU Helsinki jangan hanya dijadikan sebagai tradisi. Melainkan harus dipikirkan yang subtantif bagi masyarakat Aceh. Dengan usia perjanjian MoU Helsinki yang 16 tahun ini, seharusnya Aceh sudah harus bangkit,” ujar Zaini Abdullah, Rabu (11/8/2021) di Banda Aceh.

Ada hal yang lebih penting menurut Zaini Abdullah, yaitu konsolidasi antar elit dan masyarakat Aceh.

“Kenapa Aceh begini (terpuruk)? Salah satunya orang-orang yang terlibat dalam perundingan MoU Helsinki sudah tidak kompak. Orang-orang yang terlibat dalam perundingan MoU Helsinki sudah sangat kurang terlibat dalam membahas turunan MoU,,” lanjut Zaini yang akrab disapa Abu Doto.

Sambungnya, saya dengan Malik Mahmud harusnya kompak. Semuanya harus kembali ke laptop, kembali ke asal, untuk menjaga perdamaian MoU Helsinki ini. Tidak maju Aceh kalau kita bercerai berai seperti ini. Kemiskinan terus meningkat, pengangguran terus bertambah.

“Obat kita di Aceh saat ini adalah kekompakan. Kenapa waktu konflik ada kekompakan antara atasan dengan bawahan. Waktu perundingan Tokyo gagal tapi kita kompak. Tidak menjadi masalah. Kenapa waktu damai seperti ini sudah tidak bisa bersatu. Kita tidak kompak. Semuanya harus bersatu, dengan kesatuan untuk Aceh lebih baik,” tambahnya.

Menurut Abu Doto, rakyat Aceh tidak mau berperang, Aceh rakyat sudah setia dengan NKRI dari nenek kita sudah begitu. Semua pemimpin harus ikhlas dengan perdamaian MoU ini. Jangan sampai berulang konflik. Makanya semuanya harus kompak.

Oleh karena itu, kata Abu Doto, jangan biarkan Aceh begini terus, padahal di Aceh Lembaga Pemersatu Masyarakat sudah didirikan, kenapa persatuannya tidak ada?.

“Untuk itu, saya menyarankan kekompakan itu harus dikembalikan. Kalau masih ada orang-orang yang selalu menyebut dirinya paling benar, sedangkan orang lain tidak benar. Cara pandang seperti itu yang membuat kita tidak maju-maju dan terus terpuruk,” tutup dokter Zaini Abdullah yang berusia 81 tahun ini. []

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img