Wednesday, October 5, 2022

10 Reje Syiah Utama Temui Hendra Budian Terkait Jalan MYC Pondok Baru-Samar Kilang

Nukilan.id – Sebanyak 10 Reje di Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah melakukan pertemuan dengan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Hendra Budian, SH di Gedung DPRA, Kamis (17/3/2022).

Pertemuan tersebut menuntut Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh mengenai progres pembangunan jalan Multi Years Contract (MYC) Pondok Baru-Samar Kilang di Kabupaten Bener Meriah yang dinilai masih lamban.

Juru Bicara Forum Reje Syiah Utama, Iskandar Samarki menyampaikan, tujuan kedatangan para Reje dari Kecamatan Syiah Utama ini dalam rangka silaturrahmi dengan Wakil Ketua DPRA, dan sekaligus menyampaikan keluhan masyarakat selama ini terkait lambannya progres pembangunan jalan Proyek MYC Pondok Baru-Samar Kilang.

“Karena fungsi DPRA itu untuk mengawasi kegiatan proyek Multiyears ini, progres pembangunan jalan Multi Years Pondok Baru- Samar Kilang yang menurut pantauan kami sedikit agak lamban, ini secara analisa kami dari masyarakat Samar Kilang,” kata Iskandar di ruang kerja Wakil Ketua DPRA.

Sehingga, kata dia, kami mempartanyakan kepada Wakil Ketua DPRA terkait MoU yang sudah disepakati, bahwa pembangunan jalan Multiyears Pondok Baru-Samar Kilang sudah dapat difungsikan pada akhir tahun 2022.

“Jika cara kerja yang lamban seperti ini, kami khawatir pembangunan jalan Multiyears ini tidak dapat difungsikan di tahun ini sesuai dengan MoU yang sudah disepakati tersebut. Namun, Alhamdulillah tadi sudah PPTK Dinas PUPR Aceh sudah berjanji pada awal tahun 2023 jalan Multi Years ini sudah dapat difungsikan,” jelas Iskandar.

Kendati demikian, Iskandar menekankan kepada PPTK Dinas PUPR Aceh pada bulan Ramadhan untuk melakukan penyebaran orpil dasar ataupun bes dan sejenis pendukung lainnya terlebih dahulu, dan sementara ini harus sudah tersebar semuanya, sehingga masyarakat Samar Kilang selaku pengguna jalan tidak lagi terkendala saat menuju ke Pondok Baru.

“Dan Alhamdulillah, hari ini kami sudah merasa lega setelah dijelaskan oleh PPTK Dinas PUPR Aceh dan disaksikan oleh Bang Hendra, bahwa PPTK berjanji di dalam bulan Ramadhan ini orpil dasar itu sudah tersebar semua. Dan kami akan menunggu apa yang diucapkan oleh PPTK Dinas PUPR Aceh tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRA, Hendra Budian menjelaskan, bahwa kedatangan para Reje Kecamatan Syiah Utama ini ingin memastikan proges pembangunan jalan Pondok Baru-Samar Kilang ini harus diselesaikan di tahun 2022 sesuai dengan MoU yang sudah disepakati.

“Kami di DPRA Aceh juga pasti akan mengawasi progres pembangunan jalan tersebut, karena itu sesuai dengan MoU antara DPRA dan Pemerintah Aceh menyangkut soal pengesahan proyek Multi Years. Bukan hanya Samar Kilang, tapi juga 11 ruas dan 2 bendungan, jadi ada 14 titik proyek MYC wajib fungsional di tahun 2022,” tegas Politisi Partai Golkar itu.

Namun, kata Hendra, yang menjadi kekhawatiran masyarakat, bahwa kondisi cuaca di kawasan pembangunan tersebut sering mengalami hujan dan longsor, sehingga dikhawatirkan pembangunan jalan itu tidak sesuai target yang disepakati.

“Jadi masyarakat bukan menyalahkan rekanan dan lain sebagainya, tapi karena memang ada kondisi musim penghujan,” jelasnya.

Karena itu, Hendra menyampaikan, pihaknya telah menyepakati bersama bersama secara tripartit antara DPRA, Tokoh Masyarakat dan Dinas PUPR Aceh untuk menempatan alat berat atau eskavator pada titik rawan longsor, agar saat terjadi bencana dapat segera ditangani dengan cepat. [wanda]

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img