NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sebanyak 1.954 jiwa dari 601 keluarga korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Timur hingga kini masih berada di lokasi pengungsian.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan para warga tersebut merupakan korban bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025.
“Hingga saat ini, ada sebanyak 601 keluarga dengan 1.954 jiwa masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi akhir November 2025 masih berada di pengungsian,” kata Iskandar Usman Al-Farlaky saat dihubungi dari Banda Aceh, Kamis (12/3/2026).
Ia menyebutkan para pengungsi tersebar di 13 titik yang berada di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Pante Bidari, Kecamatan Serbajadi, dan Kecamatan Simpang Jernih.
Lokasi pengungsian terbanyak berada di Kecamatan Pante Bidari dengan tujuh titik yang tersebar di empat gampong. Di Gampong Sah Raja terdapat tiga titik pengungsian dengan jumlah 712 jiwa dari 239 keluarga.
“Di Gampong Sah Raja ada tiga titik pengungsian yakni di Dusun Pureng, Dusun Sarah Gala, dan Dusun Sarah Raja. Para pengungsi tersebut mengungsi mandiri di tenda keluarga,” katanya.
Selain itu, terdapat satu titik pengungsian di Gampong Pante Labu dengan 39 jiwa dari 10 keluarga yang mengungsi di meunasah Dusun Bahagia.
Kemudian di Gampong Alue Ie Mirah terdapat satu titik pengungsian dengan 18 jiwa dari lima keluarga. Sementara di Gampong Sijudo terdapat dua titik pengungsian dengan total 160 jiwa dari 40 keluarga yang mengungsi secara mandiri di tenda.
Di Kecamatan Serbajadi, pengungsi tersebar di lima titik. Di Dusun Karang Kuda, Gampong Bunin terdapat 372 jiwa dari 100 keluarga yang mengungsi.
“Satu titik pengungsian di Dusun Peukan Lokop, Gampong Lokop, dengan jumlah pengungsi sebanyak 47 jiwa dari 27 keluarga. Warga terdampak mengungsi di kantor kepala desa setempat,” katanya.
Selanjutnya, di Dusun Bugak, Gampong Sunti terdapat 187 jiwa dari 50 keluarga yang mengungsi di Balai Adat Desa Sekualan.
Kemudian di Gampong Umah Taring terdapat 180 jiwa dari 55 keluarga yang mengungsi di SD Loot Jering. Sementara di Gampong Ujung Karang terdapat 18 jiwa dari lima keluarga yang mengungsi secara mandiri di tenda keluarga di Dusun Tembolon.
“Sedangkan di Kecamatan Simpang Jernih ada satu titik pengungsian di Gampong Ranto Panjang dengan pengungsi sebanyak 221 jiwa dari 70 keluarga. Mereka mengungsi dengan membangun rumah darurat,” kata Iskandar Usman Al-Farlaky.
Sumber: ANTARA
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.










