NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG — Warga Desa Kuala Pusung Kapal, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, mengevakuasi dua ekor lumba-lumba yang terdampar di alur air dangkal di sekitar kawasan tambak milik warga, Jumat (6/3/2026).
Sekretaris Desa Kuala Pusung Kapal, Yudi Amri, mengatakan kedua mamalia laut tersebut pertama kali ditemukan nelayan di alur perairan dekat kawasan hutan bakau pada Jumat pagi. Saat ditemukan, kondisi lumba-lumba terlihat lemas karena terjebak di perairan dangkal.
“Warga menemukan dua ekor lumba-lumba terdampar di dekat tambak yang terbengkalai. Kondisinya lemas karena air surut dan diduga kekurangan oksigen di perairan dangkal,” kata Yudi Amri di Aceh Tamiang.
Diduga salah satu lumba-lumba sempat tersangkut jaring nelayan sebelum akhirnya tersesat ke kawasan hutan bakau dan terperangkap ketika air mulai surut. Setelah ditemukan warga, kedua lumba-lumba tersebut kemudian diarahkan kembali menuju laut lepas.
Proses penyelamatan dilakukan secara manual dengan menunggu air pasang. Karena kondisi perairan dangkal, sejumlah warga turun langsung ke air untuk menggendong dan mendorong tubuh lumba-lumba yang diperkirakan memiliki panjang lebih dari dua meter.
Warga secara bergantian memandu satwa tersebut menelusuri paluh atau alur air sejauh ratusan meter menuju perairan yang lebih dalam agar dapat kembali ke muara laut Aceh Tamiang.
Setelah didorong secara perlahan ke perairan yang lebih dalam, kondisi lumba-lumba yang sebelumnya terlihat lemah mulai membaik. Warga berupaya memastikan kedua satwa tersebut dapat kembali dengan selamat ke habitat alaminya.
“Proses evakuasi berlangsung empat jam karena ukuran lumba-lumbanya besar sekitar 200 kilo lebih. Kalau panjangnya, yang satu mencapai 2,5 meter dan satu lagi sekitar dua meter. Sepertinya, sepasang jantan dan betina,” ujar Yudi Amri.
Camat Seruway, Rusni Devi A Manullang, mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait upaya penyelamatan dua mamalia laut tersebut oleh warga Desa Kuala Pusung Kapal.
“Kami mengapresiasi aksi cepat nelayan dan warga yang bahu-membahu mengarahkan kembali satwa itu ke habitatnya. Warga sempat kesulitan, tetapi berhasil dievakuasi saat air mulai pasang,” kata Rusni Devi.
Terkait penyebab lumba-lumba tersebut terdampar, pihak kecamatan masih belum dapat memastikan. Ada kemungkinan satwa itu tersesat saat mencari makan atau dipengaruhi faktor cuaca.
“Kami belum tahu pasti penyebab ikan lumba-lumba masuk ke area tambak, yang utama adalah penanganan cepat dari warga telah berhasil menyelamatkan nyawa satwa tersebut,” kata Devi.
Sebelumnya, kasus terdamparnya lumba-lumba juga pernah terjadi di wilayah Aceh lainnya.










