NUKILAN.ID | TAKENGON – Suasana di Pasar Paya Ilang, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, tampak jauh lebih ramai dari biasanya pada Sabtu (14/2/2026). Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai penjuru daerah tersebut berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk menghadiri pembukaan Pasar Murah Serentak yang digelar di 23 kabupaten/kota se-Aceh.
Kegiatan pasar murah ini merupakan langkah Pemerintah Aceh dalam menindaklanjuti instruksi Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), guna memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Pembukaan kegiatan tersebut diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Aceh, Drs. Muhammad Diwarsyah, M.Si. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan pasar murah merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat di seluruh wilayah Aceh.
“Sesuai instruksi Bapak Gubernur Muzakir Manaf, pasar murah ini harus merata di 23 kabupaten/kota. Tujuannya jelas, agar masyarakat kita tidak terbebani oleh kenaikan harga bahan pokok menjelang bulan puasa,” ujar Muhammad Diwarsyah saat meninjau stok sembako di lokasi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Aceh Tengah, Drs. Mursyid, M.Si., yang mewakili pemerintah kabupaten/kota, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang hadir di lokasi pasar murah.
Menurutnya, pemilihan Pasar Paya Ilang sebagai salah satu titik pelaksanaan kegiatan dinilai sangat tepat karena berada di lokasi strategis dan mudah dijangkau masyarakat.
“Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Kehadiran pasar murah ini benar-benar dinantikan karena selisih harganya yang cukup signifikan dengan harga pasar reguler. Ini bantuan yang sangat terasa bagi warga kami,” tutur Mursyid.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, T. Adi Darma, yang turut memantau langsung proses transaksi di lapangan, berharap program ini dapat memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
“Harapan kami, masyarakat bisa terbantu dan tenang dalam menghadapi Ramadan tanpa harus khawatir dengan lonjakan harga sebagaimana yang diharapkan oleh Bapak Gubernur dan Bapak Sekda kita. Dengan adanya pasar murah di seluruh Aceh ini, kita berupaya maksimal menekan inflasi daerah dan menjaga daya beli warga tetap stabil,” ungkap T. Adi Darma.
Pasar murah tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 Februari 2026. Dalam kegiatan itu, berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan telur dijual dengan harga subsidi di sejumlah titik yang telah ditentukan di masing-masing kabupaten/kota di Aceh.







